Permainan Geometri Bikin Arsitektur Rumah Minimalis Ini Makin Menarik

Kompas.com - 17/10/2020, 07:00 WIB
Rumah minimalis kontemporer karya Aaksen Responsible Aarchitecture Azzahra Dartaman via Arsitag.comRumah minimalis kontemporer karya Aaksen Responsible Aarchitecture

KOMPAS.com - Dari fasadnya saja, rumah yang berada di kawasan pemukiman di Jakarta Selatan ini tampak begitu menonjol dan unik.

Arsitek perancang dari Aaksen Responsible Aarchitecture, bermain dengan bentuk-bentuk geometris.

Struktur bangunan yang menjulang tinggi inilah yang mencuri perhatian dan menjadi identitas rumah.

Rumah minimalis kontemporer dengan fasad yang unik ini berdiri di atas lahan seluas 162 meter persegi.

Rumah bertajuk “Vinyasa House,” ini memiliki desain bernuansa earthy dan hangat yang cocok untuk keluarga urban yang suka dengan suasana natural.

Tertarik untuk melihatnya? Begini detailnya:

1. Rumah Minimalis Kontemporer dengan Fasad Geometris Menjulang Tinggi

Fasad rumah minimalis kontemporer ini tampak lebih lebar. Kesan itu diperoleh dari garasi yang didesain menjadi satu kesatuan dengan bangunan utama.

Garasi sama sekali tak tampak terpisah atau sebagai bangunan tambahan. Konsep desain garasi yang menyatu seperti ini tentu berbeda dengan rumah-rumah pada umumnya, bukan?

Sementara itu, sentuhan kusen berwarna gelap pada fasad telah berhasil menciptakan sentuhan mewah yang elegan.

Tak hanya mempertimbangkan faktor estetis semata, perancangan fasad rupanya juga memperhitungkan pencahayaan dan ventilasi.

Struktur bangunan utama dibuat menghadap ke timur, menghalangi panasnya sinar matahari dari arah barat.

Efeknya, ruangan-ruangan di dalam rumah lebih sejuk dan minim penggunaan air conditioner.

Sedangkan, bukaan-bukaan yang dibuat di bagian atas dan samping rumah mampu mempertahankan sirkulasi udara tetap terjaga dengan baik.

2. Sekat Minimal Ciptakan Ruangan Lebih Luas

Ruang keluarga tanpa sekat karya Aaksen Responsible Aarchitecture Azzahra Dartaman via Arsitag.com Ruang keluarga tanpa sekat karya Aaksen Responsible Aarchitecture
Area komunal utama menjadi area yang paling luas dalam desain rumah kontemporer Vinyasa House. 

Mengusung konsep open space, ruang keluarga, ruang makan, dan ruang kerja berada di area yang sama tanpa penggunaan sekat sebagai pemisah.

Tentu saja, area yang sudah luas pun terasa semakin luas dan lapang. Para penghuni rumah pun leluasa beraktivitas pada ruangan yang berbeda, tetapi tetap saling terhubung.

3. Skylight yang Membuat Cahaya Alami Berlimpah

Desain skylight karya Aaksen Responsible Aarchitecture Azzahra Dartaman via Arsitag.com Desain skylight karya Aaksen Responsible Aarchitecture
Selain konsep open space, keberadaan skylight segitiga semakin menjadikan area ini begitu istimewa.

Cahaya matahari menjadi penerang alami di siang hari yang membawa energi positif bagi penghuni rumah.

Bagi anggota keluarga yang berada di ruang kerja, cahaya matahari dari skylight bisa membantu relaksasi diri saat stres melanda dalam pekerjaan.

Desain skylight karya Aaksen Responsible Aarchitecture Azzahra Dartaman via Arsitag.com Desain skylight karya Aaksen Responsible Aarchitecture
Melengkapi keberadaan skylight, area dengan konsep open space berdampingan pula dengan halaman yang dihiasi tanaman hijau.

Keduanya hanya dipisahkan dengan dinding dan pintu dari material kaca bening.

Tentu saja penggunaan material kaca besar membuat area open space memiliki pemandangan yang semakin luas dan sejuk.

4. Teras Belakang Bernuansa Vila Tropis

Taman minimalis tropis karya Aaksen Responsible Aarchitecture Azzahra Dartaman via Arsitag.com Taman minimalis tropis karya Aaksen Responsible Aarchitecture
Bagian teras belakang rumah kontemporer ini merupakan penghubung dua struktur bangunan.

Karena letaknya yang tersembunyi, teras belakang menjadi area pribadi bagi penghuni.

Kondisi ini pula yang membuat kamar tidur dirancang menghadap ke teras belakang.

Begitu pula dengan area open space tadi yang berfungsi sebagai ruang keluarga, ruang makan, dan ruang kerja.

Beralaskan dek papan kayu yang disusun rapi, teras belakang menjadi tempat tersembunyi yang sejuk dan menyenangkan seperti di vila tropis.

Papan-papan kayu berwarna natural berpadu cantik dengan dinding beton putih, dinding kaca bening, kusen warna hitam yang kontras, serta beberapa tanaman hijau yang tak berlebihan.

Taman minimalis tropis karya Aaksen Responsible Aarchitecture Azzahra Dartaman via Arsitag.com Taman minimalis tropis karya Aaksen Responsible Aarchitecture
Bagi keluarga urban yang tinggal di kawasan padat penduduk, area pribadi di teras belakang seperti ini menjadi ruang untuk memulihkan kepenatan.

Para penghuni rumah bisa menikmati semua unsur alam dengan privasi yang terjaga. Pada pagi hari, teras menyediakan tempat favorit untuk berjemur.

Sedangkan, pada malam hari, tambahan pencahayaan yang dramatis semakin mendukung terciptanya kemewahan suasana yang intim.

Jadikan Vinyasa House sebagai inspirasi untuk Anda yang ingin memiliki hunian minimalis bernuansa hangat dan natural.

Rumah minimalis kontemporer ini memiliki desain bangunan dinamis yang memperhatikan pencahayaan dan ventilasi.

Vinyasa House menawarkan hunian yang berfungsi pula sebagai tempat untuk relaksasi, pemulihan, dan sekaligus natural space. Tertarik memiliki hunian seperti
ini?



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X