WIKA Ekspor Aspal Buton 50.000 Ton ke China

Kompas.com - 02/10/2020, 10:52 WIB
Pengiriman Buton Rock Asphalt (BRA). Dok. PT Wijaya Karya BitumenPengiriman Buton Rock Asphalt (BRA).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak usaha PT Wijaya Karya Bitumen atau WIKA Bitumen, PT Wijaya Karya Aspal ( WIKA Aspal) berhasil mengekspor Buton Rock Asphalt (BRA) sebesar 50.000 metrik ton (MT) ke perusahaan China, Qingdao Bright Century PTE. Ltd.

Agenda pemuatan barang telah dilakukan pada Selasa, (29/9/2020) dan direncanakan berakhir Senin (5/10/2020).

Pengapalan barang bertempat di Pelabuhan Banabungi, Sulawesi Tenggara, dengan metode transhipment  yang menggunakan kapal tongkang menuju kapal MV Daisy Ocean berkapasitas lebih dari 6.000 ton.

Direktur Utama PT WIKA Bitumen Bambang Dwi Wijayanto mengatakan, setiap perizinan ekspor telah melalui aturan dan kebijakan dari beberapa instansi terkait yakni, Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (KUPP), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Bea Cukai, serta imigrasi setempat.

“Pengiriman ekspor BRA ke China dengan kontrak senilai Rp 22 miliar merupakan bagian dari strategi operasi WIKA Aspal dalam melebarkan pasar ke luar negeri khususnya Asia," kata Bambang dalam siaran pers, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: WIKA Garap Kompleks Olahraga Pacific Games 2023

Menurut Bambang, dengan pengiriman ekspor tersebut, portfolio bisnis WIKA Aspal semakin dikenal oleh mitra strategis di luar negeri.

Bambang pun optimistis, BRA dapat mencukupi kebutuhan domestik maupun luar negeri. Sebab, kualitas produk aspal tersebut merupakan unggulan yang berbeda dengan produk dari negara lain.

“Dengan semangat kinerja yang tinggi untuk membangun negeri dan didukung potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mumpuni, kami yakin produk aspal buton nasional akan menjadi ‘primadona’ di negeri sendiri,” pungkas Bambang.

Perlu diketahui, BRA merupakan aspal buton murni yang dihasilkan dari tambang di wilayah Kabungka, Sulawesi Tenggara dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki oleh WIKA Aspal sejak tahun 2019.

Proses pengapalan dilakukan dengan jangka waktu sepuluh hari dan siap diberangkatkan ke Qindao Port, China.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X