Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karya Arsitek Indonesia Masuk Final Kompetisi Bandara Internasional

Kompas.com, 20 September 2020, 12:13 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Dia adalah salah satu pahlawan Amerika Serika pada Perang Dunia II yang bernama lengkap Kapten Edward Buch O’Hare.

Untuk mengenang jasanya, Chicago City Council mengabadikan namanya pada bandara ini menjadi O’Hare International Airport.

Menurut Ridwan, konsep peletakan masa bangunan dari rancangan bandara tersebut tidak berada di tanah secara langsung sebagaimana yang ada saat ini.

Akan tetapi dirancang di atas bukit, membentang ke bukit lainnya sehingga area bawah bisa digunakan untuk fungsi yang lebih cenderung kepada keberlanjutan lingkungan dan bumi.

"Ide besar tersebut memperhatikan aspek visi kota urbs in orto, bagaimana membuat kota lebih ekologis dengan konsep taman," terang Ridwan kepada Kompas.com, Sabtu (19/9/2020).

Dia melanjutkan, area bawah dirancang untuk hutan buatan guna merekayasa iklim mikro kawasan beserta ekosistemnya ditambah sebuah pusat penelitian hutan.

Hal ini karena jumlah lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH) sebagai pemasok oksigen kini terus terkikis oleh kebutuhan bangunan, jalan dan infrastruktur lainnya.

"Nah, hutan buatan tersebut untuk mengusahakan agar ekosistem bisa terus terjaga keseimbangannya," imbuh Ridwan.

Baca juga: Gedung KKP Sabet Juara Pertama ASEAN Energy Awards 2019

Skenario urbanisasi yang terus meningkat menjadi pertimbangan mengapa bandara masa depan harus mewadahi pesawat Vertical Take Off and Landing (VTOL).

Di dalam gedung sendiri RIE menggunakan moda transportasi hyperloop untuk mengoneksikan empat zona yang berada di dalam terminal.

Dalam rancangan RIE, bandara bukan sekadar pusat transportasi dengan volume lalu lintas udara sangat tinggi, melainkan juga tempat kerja, pusat perdagangan, rekreatif, dan tempat pertukaran kebudayaan yang merupakan gerbang dunia menuju Amerika.

Dari segi teknis kami mengusung teknologi mutakhir dengan nano tech, kecerdasan buatan, dan energi terbarukan untuk mendukung bumi yang lebih ramah lingkungan.

Lima sekawan 

Secara pribadi, Ridwan menyukai isu publik arsitektur, keberlanjutan, dan teknologi. Sejak mahasiswa tahun ke-3, dia sudah memiliki niat mengikuti kompetisi Fentress Global Challenge.

O?Pon on the Hill, Envision, Identity and Sustainability Fentress Architects O?Pon on the Hill, Envision, Identity and Sustainability
Hingga kemudian pada 2019-2020, Ridwan berkesempatan mengerjakan karya arsitektur selama tiga bulan bersama empat sahabatnya.

"Ini adalah kompetisi internasional kedua yang RIE ikuti. Pertama kompetisi internasional di Singapore yang berfokus pada tropical architecture dan sustainability. RIE menjadi yang terbaik," ungkap Ridwan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau