Penulis
Ridwan sendiri merupakan arsitek anggota IAI Jawa Barat. Sementara Erwin Dwiratno baru saja menyelesaikan pendidikannya dan membuka studio pribadi di Yogyakarta.
Demikian halnya dengan Imaduddin Dhia Ul-Fath yang juga membuka studio arsitektur sendiri.
Sedangkan Ulfa Nur Fauziah, kini bekerja sebagai arsitek muda di Bali, dan Aji Nugroho menekuni profesi arsitektur di Batam.
Ridwan optimistis karya RIE mendapat penilaian positif, meski kompetitor sama-sama tangguh dan berat. Terutama Cambridge University dan London College University.
Optimisme serupa juga dia lontarkan untuk dua kategori people choice award karena dinilai dari jumlah like Facebook.
"Saat ini kami ada di posisi ketiga terbanyak setelah tim Kanada dan Malaysia," ucap Ridwan.
Pemenang kompetisi akan diumumkan pada 2 Oktober 2020 mendatang.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.