93 Persen Perusahaan Real Estat Optimistis Bisnis Akan Pulih

Kompas.com - 10/09/2020, 14:12 WIB
Ilustrasi gedung perkantoran SHUTTERSTOCKIlustrasi gedung perkantoran

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsultan properti, Jones Lang LaSalle (JLL) mengungkapkan, 93 persen para pemimpin Corporate Real Estate (CRE) Asia Pasifik optimistis rencana pemulihan bisnis mereka di tengah dampak Pandemi Covid-19.

Setidaknya, 9 dari 10 koresponden percaya bahwa upaya untuk mengurangi dampak Covid-19 yang disusun akan berhasil dan yakin pada kemampuan sumber daya mereka dalam mengatasi krisis saat ini.

Mayoritas dari koresponden juga mengharapkan aset properti yang dipertahankan akan tetap sama atau bahkan bertambah.

Pemimpin CRE saat ini sedang percaya diri dalam menata ulang kantor baru yang modern dengan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan karyawan dan pemanfaatan teknologi dalam rencana investasi mereka.

Hampir 80 persen pemimpin CRE yakin memiliki mitra layanan perusahaan properti yang tepat untuk memberikan masukan soal langkah yang harus dilakukan ke depan.

Sementara, 70 persen lainnya yakin akan kemampuan Pemerintah mengatasi risiko pada masa mendatang.

Para pemimpin CRE ini memperlihatkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap efektivitas perencanaan kelangsungan bisnis mereka dan 88 persen menilai rencana mereka berjalan sangat efektif.

Baca juga: Bangkit dari Pandemi, Tiga Negara Ini Bakal Memimpin Perkantoran Asia

“Saat sektor korporasi bersiap untuk normalisasi di tengah Pandemi, kepercayaan diri yang tinggi dari para pemimpin CRE menunjukkan peluang besar seraya mendefinisikan ulang perkantoran di masa depan," terang CEO Asia Pasifik JLL Anthony Couse dalam laporannya kepada Kompas.com, Rabu (9/9/2020).

Dengan demikian, hal ini memperjelas dengan pertimbangan realitas baru dan evolusi kantor sebagai tempat bekerja.  

Anthony yakin, para pemimpin CRE akan mulai mempertimbangkan hal tersebut dalam pengambilan keputusan mereka.

Bagi para pemimpin CRE yang berdomisili di Australia dan Hong Kong akan fokus pada rasionalisasi yang stabil.

Sementara India mengantisipasi rasionaliasi yang berlangsung masif dan cepat. 

Di luar perbedaan tersebut, setengah dari semua pemimpin CRE yakin volume portofolio mereka akan tetap sama dalam jangka menengah hingga panjang.

Sementara itu, Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan, kantor akan tetap ada meskipun kondisi Pandemi mempercepat perubahan yang terjadi dalam gedung perkantoran.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X