Hadir di Bali, Trans Metro Dewata Disubsidi 100 Persen

Kompas.com - 06/09/2020, 13:03 WIB
Trans Metro Dewata Djoko SetijowarnoTrans Metro Dewata

TRANS Metro Dewata hadir di Bali pada Senin (7/9/2020), melayani empat koridor dalam Kawasan Aglomerasi Sarbagita yang mencakup Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.

Bus Trans Metro Dewata merupakan perluasan layanan Bus Trans Sarbagita. Dengan perubahan nama ini, diharapkan ada peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

Dalam merealisasikan layanan transportasi publik ini, Pemerintah memberikan subsidi 100 persen biaya operasional kendaraan (BOK).

Angkutan Massal Perkotaan merupakan public goods, sehingga Pemerintah menjadi penanggung risiko dalam penyediaannya.

Program Buy the Service (Pembelian Layanan) untuk angkutan massal perkotaan dilakukan dengan membeli layanan angkutan massal perkotaan kepada operator dengan mekanisne lelang berbasis standar pelayanan minimal atau quality licensing.

Pemerintah menjadi penanggung resiko penyediaan layanan angkutan disebabkan tingginya Biaya Operasional Angkutan Massal.

Pemerintah juga memberikan lisensi pelaksanaan pelayanan kepada operator yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), supaya memiliki keunggulan dibandingkan kendaraan pribadi.

Adapun SPM yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Tahun 2020, meliputi aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

Keamanan, contohnya ketersediaan CCTV, ID card driver dan tombol hazard. Sementara keselamatan menyangkut SOP Pengoperasian kendaraan, SOP Keadaan Darurat, dan lain-lain.

Sedangkan kenyamanan, contohnya suhu dalam bus, kebersihan, lampu penerangan. Keterjangkauan, contohnya aksesibilitas, tarif murah.

Kesetaraan meliputi ketersediaan kursi prioritas bagi penumpang disabilitas, lanjut usia, anak-anak dan wanita hamil. Dan keteraturan yang menyangkut waktu tunggu, kecepatan perjalanan dan waktu berhenti di halte.

Strategi program buy the service adalah push strategy yang dilakukan Pemda untuk
mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum dan pull strategy dilakukan Pemerintah Pusat untuk menarik masyarakat menggunakan transportasi umum.

Cara pemda untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum adalah dengan manajemen ruang dan waktu akses kendaraan pribadi (mengatur ruang jalan dan mengatur ruang parkir). Misalnya, menertibkan parkir ditepi jalan, sehingga ruang

Peralatan IoT dalam bus

Peralatan internet of things (IoT) ini berupa passenger counting (sensor alat untuk menghitung jumlah penumpang (masuk/keluar) secara automatis dengan sistem digital), dan mobile DVR (perangkat elektronik untuk monitoring yang dapat mengirimkan dengan kecepatan sinyal 2G-3G-4G).

Kemudian GPS Tracking (perangkat keras untuk mendeteksi tentang posisi, arah dan kecepatan kendaraan), dan kamera surveillance (perangkat untuk merekam atau video dengan dua system, yakni IR dan AI).

Terakhir CP4 (Perangkat untuk monitoring kendaraan pada dashboard panel driver dan absensi driver dengan menggunakan RFID card).

Setidaknya ada tiga jalur yang dapat membantu penggunan bus, yaitu aplikasi mobile, website, media sosial dan call centre.

Aplikasi mobile, untuk memudahkan pengguna mendapatkan informasi real-time mengenai posisi, dan jadwal Bus.

Ada pula aplikasi digital checker untuk laporan pengecekan unit Teman Bus yang dilakukan oleh tim operasional.

Media sosial dan call centre, berupa akses informasi tentang layanan Teman Bus yang dapat di akses oleh masyarakat melalui Sosial Media (Facebook, Intagram dan Twitter) serta Call Center yang bisa di hubungi pada jam operasional

Trans Metro Dewata

Untuk mengembalikan warga Bali, khususnya di Kawasan Perkotaan Sarbagita menggunakan transportasi umum sudah beroperasi Bus Trans Sarbagita.

Trans Sarbagita adalah angkutan umum mulai beroperasi pada 18 Agustus 2011 dengan biaya operasi anggaran dari Pemprov. Bali.

Di wilayah aglomerasi Sarbagita direncanakan ada lima koridor. Empat koridor baru menggunakan bus sedang, yaitu koridor Terminal Persiapan-Central Parkir Kuta Badung sepanjang 63,6 kilometer untuk perjalanan pulang pergi dengan 40 halte.

Kemudian, GOR Ngurah Rai-Bandara Ngurah Rai sepanjang 30,2 kilometer dengan 24 halte, Pantai Matahari Terbit-Dalung sepanjang 43 kilometer dengan 24 halte dan Terminal Ubung–Sentral Parkir Monkey Forest sepanjang 55,3 kilometer dan 32 halte.

Empat koridor ini mendapatkan subsidi BOK dari Kementerian Perhubungan. Operator yang mengoperasikan Bus Trans Metro Dewata adalah operator di daerah.

Sementara koridor Terminal Batu Bulan-ITDC Nusa Dua adalah rute eksisting Bus Trans Sarbagita sepanjang 62,4 kilometer untuk perjalanan pulang pergi dapat menggunakan bus kapasitas besar.

Namun jumlah bus besar harus ditambah agar headway 10 menit. Koridor ini mendapat sibsidi operasional dari Pemprov Bali.

Negara harus hadir untuk turut memperbaiki dan menata transportasi umum perkotaan di daerah. Pada masa pandemi bisa jadi momentum meningkatkan layanan transportasi umum.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X