Pesona Arsitektur Tradisional untuk Rumah Masa Kini

Kompas.com - 05/09/2020, 14:00 WIB
Desain rumah tradisional karya arsitek Pramudya www.arsitag.comDesain rumah tradisional karya arsitek Pramudya

KOMPAS.com - Menerapkan arsitektur rumah tradisional masa kini tentunya membuat tampilan hunian tampak unik dan tampil beda.

Contohnya adalah sebuah hunian bertajuk Paviliun Bentara yang dikerjakan oleh arsitek Pramudya. Paviliun Bentara yang berlokasi di Kota Bekasi, terlihat sangat nyaman dan asri.

Dari eksteriornya, kesan tradisional tampak jelas dengan membiarkan dinding tanpa finishing, penggunaan elemen kayu dan bambu yang menampilkan warna alami, serta dominasi warna tanah yang kental.

Sementara bagian interiornya, keunikan utama tampak pada bagian plafon atap yang sengaja memperlihatkan rangka genteng tanah liat yang terekspos sehingga memunculkan kesan etnik.

Arsitektur Tradisional dengan Atap Rumah Segitiga dan Elemen Bambu

Desain fasad rumah segitiga kembar karya arsitek Pramudya www.arsitag.com Desain fasad rumah segitiga kembar karya arsitek Pramudya
Fasad Paviliun Bentara tampak beda dan unik berkat bentuk atap segitiga. Lebih dari itu, bangunan sengaja dibuat layaknya dua bangunan kembar yang terpisah.

Masing-masing sisi atap dibuat memanjang ke bawah, sehingga nyaris membentuk segitiga yang sempurna.

Saat ini, bentuk atap segitiga seperti di Paviliun Bentara terbilang semakin jarang digunakan. Bentuk atap pelana jauh lebih populer ketimbang bentuk atap segitiga.

Padahal zaman dahulu, rumah-rumah di Indonesia banyak yang memakai bentuk atap segitiga.

Bentuk atap segitiga dengan kemiringan 25 derajat hingga 30 derajat memang sangat cocok digunakan untuk hunian yang berada di wilayah curah hujan tinggi seperti di Indonesia.

Halaman:


Sumber
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X