Pendapatan Turun karena Covid-19, CASS Optimistis Akhir Tahun Lebih Baik

Kompas.com - 24/08/2020, 18:03 WIB
Calon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan  seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRACalon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Cardig Aero Services Tbk (CASS) mencetak pendapatan Rp 207,3 miliar pada Kuartal II-2020. Angka ini turun drastis dibanding capaian Kuartal I senilai Rp 500,4 miliar.

Bahkan, secara tahunan atau year to date, pendapatan sepanjang enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp 707,7 miliar lebih rendah 32,1 persen dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 1,04 triliun.

EBIT dan EBITDA Perseroan juga berada pada level negatif, yang disebabkan karena adanya kenaikan pada biaya operasional.

Namun, EBIT Perseroan secara tahunan tumbuh 10,6 persen menjadi Rp 89,2 miliar dan EBITDA naik 14,9 persen mencapai Rp 115,8 miliar.

Direktur Keuangan Sutji Relowati mengatakan, penurunan ini disebabkan dampak negatif Pandemi Covid-19 yang memukul seluruh sektor, termasuk bisnis dan jasa penerbangan.

Baca juga: Ini Kabar Terbaru Proyek Bandara Komodo Labuan Bajo

"Kami akui, Kuartal II merupakan bottom of the bottom dari kondisi ketidakpastian ini. Jumlah penerbangan hanya 6 persen sampai 7 persen," ujar Sutji dalam konferensi virtual, Senin (24/8/2020).

Kendati demikian, tambah Sutji, Perseroan optimistis kondisi akan lebih baik jelang akhir tahun atau Kuartal IV.

Tanda pemulihan sudah terlihat pada Kuartal III ini, meski terjadi secara bertahap dan membutuhkan waktu lama.

Jumlah penerbangan berangsur bertambah dan akan bergerak di angka 9 persen hingga 20 persen.

Pertumbuhan ini akan terus berlanjut hingga akhir Tahun 2020. Sutji memberikan estimasi angka pertumbuhan bakal mencapai sekitar 30 persen hingga 40 persen.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X