Pada tahun 1955, tecatat sebanyak 79.000 penduduk bertempat tinggal di kota ini. Kini, hanya terdapat 42.000 penduduk yang tersisa pada tahun 2020.
Dalam keadaan ini, banyak pemilik properti yang memutuskan untuk menghancurkan rumah-rumah lama mereka yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis.
Kondisi ini membuat sebuah organisasi tergerak untuk melestarikan rumah-rumah lama di Jepang.
Direktur Departemen Riset Arsitektur dan Budaya di Kita Management, Diego Cosa Fernandez mengatakan, kastil ini sempat dibongkar pada tahun 1888.
Kemudian pada tahun 1990-an, masyarakat membangun kembali bangunan ini dari kayu.
Baca juga: 8 Hotel Baru Bakal Hadir di Bali Tahun 2021
Fernandez lalu mencoba memanfaatkan peninggalan ini dengan melobi pemerintah setempat untuk melakukan rekonstruksi. Pada tahun 2004, dia berhasil mendapatkan izin rekonstruksi.
"Konstruksi kayu beberapa kali lebih mahal dan undang-undang konstruksi pasca perang tidak mengizinkan struktur kayu dibangun di atas ketinggian 13 meter," kata Fernandez.
Tidak seperti banyak kastil yang dibangun ulang dengan beton besi, benteng utama Kastil Ozu dibuat terutama dengan kayu dan teknik konstruksi tradisional.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.