Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tak Dilengkapi Toilet, Hotel Kastil Kayu Ini Bertarif Rp 140 Juta Per Malam

Tidak salah lagi, hotel bernama Nipponia Hotel Ozu Castle Town yang terletak di Kota Ozu Prefektur Ehime tersebut saat ini merupakan satu-satunya kastil di Jepang yang dapat digunakan para pelancong untuk menginap.

Menurut laman CNN, hotel ini pertama kali dibuka untuk pengunjung pada Bulan Juli. Para tamu pada awalnya hanya diberi kesempatan untuk menikmati bangunan kastil pada waktu-waktu tertentu.

Selain itu, untuk tahun pertama, pengelola hanya memperbolehkan 30 kali masa inap. Adapun maksimal tamu yang diizinkan menginap selama masa inap sebanyak enam orang.

Jika tertarik, Anda perlu menyiapkan dana satu juta yen atau sekitar Rp 140 juta atau tepatnya Rp 139,67 juta per malam untuk dua tamu.

Anda juga harus menyiapkan dana tambahan sebesar 100.000 yen atau sekitar Rp 13,96 juta untuk dua orang tamu tambahan.

Kastil ini tidak memiliki toilet, AC, maupun toko. Untuk itu, pengelola membangun sebuah bak mandi mewah dan ruang duduk di salah satu sudut tersembunyi khusus bagi tamu hotel.

Kastil tersebut memiliki empat buah menara. Menurut laman Japan Guide, menara utama diapit oleh menara di dua sisi.

Ini adalah sebuah fitur menarik yang cukup langka di antara kastil-kastil Jepang.

Di dalam bangunan kastil, ada pameran tentang sejarah Ozu, peta tentang topografi lokal dari masa lalu hingga sekarang, model kastil, dan pajangan baju besi dan barang-barang lain milik penguasa pada masa lalu.

Perubahan kastil menjadi hotel bukan hanya bertujuan untuk mengalihfungsikan properti namun juga bertujuan untuk menghidupkan kembali permukiman di wilayah tersebut.

Seperti diketahui, Jepang merupakan salah satu negara yang menghadapi masalah penurunan populasi. Hal ini terjadi di kota-kota pedesaan.

Kota Ozu sendiri pernah menjadi pusat politik di era Edo yakni pada tahun 1603-1868, dan berkembang pesat selama periode Meiji pada 1868-1912 dan Taisho pada 1912-1926.

Akan tetapi kejayaan Ozu mulai memudar selama beberapa dekade terakhir. Sejak dekade 1950-an, kota ini menghadapi penurunan popuulasi yang cukup signifikan.

Pada tahun 1955, tecatat sebanyak 79.000 penduduk bertempat tinggal di kota ini. Kini, hanya terdapat 42.000 penduduk yang tersisa pada tahun 2020.

Kondisi ini membuat sebuah organisasi tergerak untuk melestarikan rumah-rumah lama di Jepang.

Direktur Departemen Riset Arsitektur dan Budaya di Kita Management, Diego Cosa Fernandez mengatakan, kastil ini sempat dibongkar pada tahun 1888.

Kemudian pada tahun 1990-an, masyarakat membangun kembali bangunan ini dari kayu.

Fernandez lalu mencoba memanfaatkan peninggalan ini dengan melobi pemerintah setempat untuk melakukan rekonstruksi. Pada tahun 2004, dia berhasil mendapatkan izin rekonstruksi.

"Konstruksi kayu beberapa kali lebih mahal dan undang-undang konstruksi pasca perang tidak mengizinkan struktur kayu dibangun di atas ketinggian 13 meter," kata Fernandez.

Tidak seperti banyak kastil yang dibangun ulang dengan beton besi, benteng utama Kastil Ozu dibuat terutama dengan kayu dan teknik konstruksi tradisional.

https://properti.kompas.com/read/2020/08/22/202138021/tak-dilengkapi-toilet-hotel-kastil-kayu-ini-bertarif-rp-140-juta-per-malam

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar