Kompas.com - 22/08/2020, 20:21 WIB

KOMPAS.com - Sebuah hotel baru di Jepang menawarkan pengalaman unik yakni struktur kastil kayu.

Tidak salah lagi, hotel bernama Nipponia Hotel Ozu Castle Town yang terletak di Kota Ozu Prefektur Ehime tersebut saat ini merupakan satu-satunya kastil di Jepang yang dapat digunakan para pelancong untuk menginap.

Menurut laman CNN, hotel ini pertama kali dibuka untuk pengunjung pada Bulan Juli. Para tamu pada awalnya hanya diberi kesempatan untuk menikmati bangunan kastil pada waktu-waktu tertentu.

Selain itu, untuk tahun pertama, pengelola hanya memperbolehkan 30 kali masa inap. Adapun maksimal tamu yang diizinkan menginap selama masa inap sebanyak enam orang.

Baca juga: Demi Bertahan di Tengah Pandemi, Hotel Ini Jadi Co-Working Space

Jika tertarik, Anda perlu menyiapkan dana satu juta yen atau sekitar Rp 140 juta atau tepatnya Rp 139,67 juta per malam untuk dua tamu.

Anda juga harus menyiapkan dana tambahan sebesar 100.000 yen atau sekitar Rp 13,96 juta untuk dua orang tamu tambahan.

Kastil ini tidak memiliki toilet, AC, maupun toko. Untuk itu, pengelola membangun sebuah bak mandi mewah dan ruang duduk di salah satu sudut tersembunyi khusus bagi tamu hotel.

Ruangan di Kastil Ozu yang kini difungsikan sebagai hotelNipponia Hotel Ozu Castle Town Ruangan di Kastil Ozu yang kini difungsikan sebagai hotel
Sejarah kastil

Berdasarkan sejarah, bangunan kastil dari kayu itu didirikan pada tahun 1617 dan menjadi satu dari beberapa kastil kayu yang masih tersisa di Negeri Sakura ini.

Kastil tersebut memiliki empat buah menara. Menurut laman Japan Guide, menara utama diapit oleh menara di dua sisi.

Ini adalah sebuah fitur menarik yang cukup langka di antara kastil-kastil Jepang.

Baca juga: JW Marriott Hadirkan Hotel Perdananya di Jepang

Di dalam bangunan kastil, ada pameran tentang sejarah Ozu, peta tentang topografi lokal dari masa lalu hingga sekarang, model kastil, dan pajangan baju besi dan barang-barang lain milik penguasa pada masa lalu.

Perubahan kastil menjadi hotel bukan hanya bertujuan untuk mengalihfungsikan properti namun juga bertujuan untuk menghidupkan kembali permukiman di wilayah tersebut.

Seperti diketahui, Jepang merupakan salah satu negara yang menghadapi masalah penurunan populasi. Hal ini terjadi di kota-kota pedesaan.

Kota Ozu sendiri pernah menjadi pusat politik di era Edo yakni pada tahun 1603-1868, dan berkembang pesat selama periode Meiji pada 1868-1912 dan Taisho pada 1912-1926.

Akan tetapi kejayaan Ozu mulai memudar selama beberapa dekade terakhir. Sejak dekade 1950-an, kota ini menghadapi penurunan popuulasi yang cukup signifikan.

Pada tahun 1955, tecatat sebanyak 79.000 penduduk bertempat tinggal di kota ini. Kini, hanya terdapat 42.000 penduduk yang tersisa pada tahun 2020.

Kastil OzuNipponia Hotel Ozu Castle Town Kastil Ozu
Dalam keadaan ini, banyak pemilik properti yang memutuskan untuk menghancurkan rumah-rumah lama mereka yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis.

Kondisi ini membuat sebuah organisasi tergerak untuk melestarikan rumah-rumah lama di Jepang.

Direktur Departemen Riset Arsitektur dan Budaya di Kita Management, Diego Cosa Fernandez mengatakan, kastil ini sempat dibongkar pada tahun 1888.

Kemudian pada tahun 1990-an, masyarakat membangun kembali bangunan ini dari kayu.

Baca juga: 8 Hotel Baru Bakal Hadir di Bali Tahun 2021

Fernandez lalu mencoba memanfaatkan peninggalan ini dengan melobi pemerintah setempat untuk melakukan rekonstruksi. Pada tahun 2004, dia berhasil mendapatkan izin rekonstruksi.

"Konstruksi kayu beberapa kali lebih mahal dan undang-undang konstruksi pasca perang tidak mengizinkan struktur kayu dibangun di atas ketinggian 13 meter," kata Fernandez.

Tidak seperti banyak kastil yang dibangun ulang dengan beton besi, benteng utama Kastil Ozu dibuat terutama dengan kayu dan teknik konstruksi tradisional.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi 'Hunting' Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (II)

Lagi "Hunting" Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (II)

Perumahan
[POPULER PROPERTI] Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo dan Cara Cek Biaya Sertifikat Tanah

[POPULER PROPERTI] Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo dan Cara Cek Biaya Sertifikat Tanah

Berita
Inoac Sumbang 250 Kasur Busa untuk Lapas Cipinang

Inoac Sumbang 250 Kasur Busa untuk Lapas Cipinang

Berita
Sejumlah Fakta Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Sejumlah Fakta Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Konstruksi
Lagi 'Hunting' Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (I)

Lagi "Hunting" Rumah Murah di Manokwari? Ini Rekomendasinya (I)

Perumahan
Kini, Nelayan Pulau Selat Nasik Belitung Gunakan Perahu Listrik

Kini, Nelayan Pulau Selat Nasik Belitung Gunakan Perahu Listrik

Berita
Apa Beda Rumah 'Cluster' dengan 'Townhouse'? Ini Jawabannya

Apa Beda Rumah "Cluster" dengan "Townhouse"? Ini Jawabannya

Hunian
Tol Serbaraja Resmi Beroperasi, Ciputra Rilis CitraGarden Serpong Februari 2023

Tol Serbaraja Resmi Beroperasi, Ciputra Rilis CitraGarden Serpong Februari 2023

Hunian
KEK Sei Mengkei Produktif, Layanan Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Digenjot

KEK Sei Mengkei Produktif, Layanan Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Digenjot

Berita
Satu Lagi, Pusat Gaya Hidup Jakarta 'One Satrio' Dibuka November 2022

Satu Lagi, Pusat Gaya Hidup Jakarta "One Satrio" Dibuka November 2022

Ritel
Pemanfaatan Lantai Kayu Berkelanjutan dalam Aplikasi Desain

Pemanfaatan Lantai Kayu Berkelanjutan dalam Aplikasi Desain

Interior
Lima Orang Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Ini Kronologinya

Lima Orang Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Ini Kronologinya

Berita
Summarecon Mall Bekasi Kembali Hadirkan Pasar Senggol, Ada 1.000 Menu Makanan

Summarecon Mall Bekasi Kembali Hadirkan Pasar Senggol, Ada 1.000 Menu Makanan

Ritel
Proyek Jumbo Neom, Ambisi Arab Saudi yang Diragukan Dapat Terwujud

Proyek Jumbo Neom, Ambisi Arab Saudi yang Diragukan Dapat Terwujud

Kawasan Terpadu
Beres Dipersolek, Ini Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman di Semarang

Beres Dipersolek, Ini Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman di Semarang

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.