8 Hotel Baru Bakal Hadir di Bali Tahun 2021

Kompas.com - 15/07/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi hotel SHUTTERSTOCKIlustrasi hotel

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja bisnis perhotelan di Bali anjlok selama Kuartal II-2020. Bahkan, boleh disebut jauh lebih buruk ketimbang Kuartal I.

Menurut data STR Global, pada April dan Mei tingkat okupansi hotel di Pulau Dewata ini tercatat paling rendah sepanjang sejarah.

Angkanya kurang dari 10 persen dengan tarif harian rata-rata atau average daily rate (ADR) di bawah 50 dollar AS per malam.

Kendati demikian, hingga 2021 mendatang Bali akan menambah sekitar 972 kamar dari delapan hotel dengan berbagai klasifikasi.

Dari total jumlah kamar dan hotel tersebut, dua di antaranya berklasifikasi bintang tiga, yakni Yello Hotel Kuta Beach Bali dengan 147 kamar, dan Holiday Inn Hotel Canggu dengan 165 kamar.

Keduanya dalam status under construction.

Baca juga: Bisnis Hotel di Bali Terpuruk, Turis Domestik Bakal Jadi Penyelamat

Kemudian dua hotel lainnya berklasifikasi bintang empat, yakni Novotel Hotel Ubud Payangan dengan 165 kamar dalam status under construction, dan Preferences Hotel Batu Belig 100 kamar yang masih dalam perencanaan.

Selanjutnya, empat hotel berklasifikasi bintang lima yakni Jumeirah Jimbaran 104 kamar, Andaz Bali Hotel 145 kamar, Kimpton Resort Nusa Dua 50 kamar, dan Swissotel Bali sebanyak 96 kamar.

Seluruh hotel bintang lima ini masih dalam proses konstruksi. 

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, protokol baru harus diterapkan di hotel-hotel Bali.

Terutama terkait kebersihan, kesehatan dan keamanan, ini bisa menjadi salah satu poin untuk meyakinkan turs, baik lokal maupun asing untuk menginap di hotel.

"Penyesuaian beberapa protokol dan proses bisnis mungkin diperlukan. Penilaian kembali bisnis mungkin juga diperlukan untuk tetap bertahan dalam bisnis," kata Ferry dalam paparan Property Market Outlook Q2-2020 secara virtual, Rabu (8/7/2020).

Menurut Ferry, bisnis dan industri perhotelan Bali akan mengalami tantangan berat, setidaknya sampai akhir 2020.

"Karena itu kami memperkirakan tingkat hunian rata-rata akan kurang dari 50 persen. Wisatawan akan menunda perjalanan mereka menunggu sampai vaksin ditemukan," imbuh Ferry.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X