Penataan Dua Situs Bersejarah di Morotai Terus Berlanjut

Kompas.com - 15/07/2020, 11:30 WIB
Penataan kawasan Army Dock, Maluku Utara. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRPenataan kawasan Army Dock, Maluku Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pekerjaan penataan kawasan bersejarah di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Morotai di Provinsi Maluku Utara yakni, Kawasan Pantai Army Dock dan Monumen Trikora.

Penataan di kawasan KSPN tersebut untuk mempercepat pemulihan ekonomi dalam menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, salah satu sektor ekonomi yang dapat pulih dengan cepat adalah sektor pariwisata.

“Untuk itu, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada KSPN yang dihentikan,” kata Basuki seperti dikutip dari laman Kementerian PUPR, Rabu (15/7/2020).

Basuki melanjutkan, pembangunan infrastruktur di setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

Baca juga: Kini, Kawasan Kebun Raya Purwodadi Lebih Lengkap dan Meriah

Pantai Army Dock merupakan titik pendaratan pertama Tentara Sekutu di Morotai pada saat Perang Dunia II.

Para tentara tersebut mendirikan sebuah pangkalan militer di pantai ini dan sisa-sisa pangkalan militer ini masih bisa terlihat di beberapa bagian pantai.

Meski sudah tidak digunakan sebagai pangkalan militer, Pantai Army Dock masih tetap ramai dikunjungi dan menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Morotai.

Pada tahun 2019, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penataan untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai sejarah yang berada di Kawasan Army Dock dengan alokasi anggaran Rp 10 miliar.

Lingkup pekerjaan yang dilakukan yakni pekerjaan lanskap, pembentukan muka tanah (landfill), penanaman pohon, amphitheater, toilet, serta septic tank komunal, musholla, plaza, dan pusat informasi.

Selanjutnya pada tahun 2020, Kementerian PUPR telah menyelesaikan proses lelang dengan nilai kontrak tahun jamak 2020-2021 senilai Rp 48,14 miliar dengan kontraktor PT Reza Multi Sarana.

Kemudian, dilakukan pekerjaan lanjutan yakni, Rehabilitasi Gedung Museum Monumen Trikora, penataan kawasan tempat pendaratan Jenderal Douglas Mac Arthur di Pulau Zumzum Morotai, enataan wisata alam dan sejarah sungai atau Wisata Air Kaca, dan Kawasan CBD Gotalamo.

Adapun, Monumen Trikora sendiri dikenal sebagai tanda untuk mengenang sejarah perjuangan tentara Indonesia dalam peristiwa pembebasan Irian Barat dalam operasi Trikora.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X