Ini Segmen Perhotelan yang Diprediksi Pulih Terlebih Dahulu

Kompas.com - 22/08/2020, 09:11 WIB
ILUSTRASI - Kamar Hotel Shutterstock/Dragon ImagesILUSTRASI - Kamar Hotel

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja industri perhotelan, khususnya di kawasan Asia Pasifik masih mengalami perlambatan pada kuartal II-2020.

Dalam laporan terbarunya, Colliers international menyebutkan, pandemi Covid-19 secara keseluruhan membuat okupansi hotel mengalami penurunan hingga 33,9 persen, sementara tarif rerata harian atau average daily rate (ADR) sekitar Rp 890.000.

Selain mengalami penurunan okupansi, pendapatan per kamar yang tersedia atau revenue per available room (RevPAR) hotel-hotel di kawasan ini turut anjlok sebesar 69,9 persen year on year.

Meski begitu, Executive Director and Head of Hotels & Leisure for Valuation & Advisory Services Asia Govinda Singh meyakini industri ini akan kembali khususnya ketika kegiatan dan perjalanan pulih.

Baca juga: Okupansi Hotel Asia Pasifik Merosot 33,9 Persen

"Untuk mempersiapkan pembukaan kembali hotel, pelaku bisnis perhotelan perlu mengambil pendekatan lintas disiplin sehingga hotel memiliki posisi yang baik untuk membangun kepercayaan publik dan menawarkan penawaran produk dan layanan yang menarik," kata Govinda, seperti dikutip Kompas.com dalam laporannya, Jumat (21/8/2020).

Lalu segmen apa yang akan pulih lebih dulu?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Segmen weekend leisure atau rekreasi akhir pekan. Pembatasan perjalanan internasional dan karantina yang masih diberlakukan di beberapa wilayah membuat masyarakat mencari alternatif lain.

Segmen ini diproyeksikan pulih pada kuartal II atau III-2020.

Colliers memprediksi, motor penggerak yang membuat segmen ini pulih antara lain kondisi kesehatan dan keselamatan di tempat tujuan, adanya pembatasan perjalanan internasional dan tindakan karantina, hingga kepercayaan konsumen akan kondisi ekonomi.

Sementara itu, beberpa penggerak seperti keadaan politik dan pandangan ekonomi, kinerja dan prospek bisnis, serta kondisi kesehatan dan keselamatan di tempat tujuan diproyeksikan akan mendorong segmen business travel atau perjalanan bisnis kembali pulih.

Segmen ini diperkirakan pulih pada kuartal IV-2020 atau kuartal I-2021 dan kemudian diikuti oleh segmen extended leisure pada waktu yang sama.

Baca juga: Hingga 2022, Surabaya Bakal Menambah 3 Hotel Bintang Lima

Beberapa penggeraknya antara lain keyakinan konsumen akan kondisi eknomi, nilai tukar mata uang asing, dan kondisi kesehatan serta keselamatan di lokasi tujuan.

Sedangkan segmen terakhir yang diprediksi pulih adalah meeting, incentives, conferences, and exhibitons (MICE) yang diperkirakan akan kembali pada kuartal II atau III-2021.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X