Hingga 2022, Surabaya Bakal Menambah 3 Hotel Bintang Lima

Kompas.com - 09/08/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi hotel SHUTTERSTOCKIlustrasi hotel

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski tingkat hunian kamar merosot 12,3 persen hingga hanya 60 persen, dan  tarif rerata harian hotel bintang lima di Surabaya terus menukik tajam hingga Rp 800.000 per malam pada Juni 2020 dari sebelumnya Rp 1,1 juta per Maret 2020, namun tak menyurutkan langkah para investor.

Hingga 2022 mendatang, ibu kota Jawa Timur ini bakal menambah tiga hotel berklasifikasi bintang lima.

Ketiganya adalah Double Tree by Hilton, The Trans Luxury Surabaya, dan Pullman Hotel Surabaya.

Double Tree by Hilton berada di kawasan Gubeng dengan 200 kamar. Saat ini progresnya masih dalam tahap konstruksi.

"Rencananya, Double Tree akan selesai konstruksinya pada Kuartal IV-2020," kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam laporan triwulanan yang dikutip Kompas.com, Minggu (9/8/2020).

Baca juga: Dampak Buruk Corona, Bisnis Hotel di Surabaya Anjlok hingga Level Terendah

Menyusul kemudian The Trans Luxury Hotel di kawasan Ahmad Yani dengan 200 kamar yang sudah masuk dalam pipa perencanaan.

Ketiga adalah Pullman Hotel Surabaya di kawasan Kertajaya yang mencakup 300 kamar dengan rencana penyelesaian konstruksi pada 2022.

Secara umum, menurut Ferry, situasi pasar hotel Surabaya mirip dengan Jakarta yang sebagian besar mengandalkan aktivitas perusahaan dan pemerintah.

Situasi makin menantang saat Surabaya menjadi zona merah episentrum Covid-19. Beberapa hotel menghentikan operasinya sementara untuk memangkas biaya operasional.

Sementara sejumlah hotel lainnya memilih tetap terus beroperasi dengan pengetatan biaya di sana-sini seperti hanya membuka beberapa bagian hotel; kolam renang, spa, gym, dan bahkan restoran.

Mereka juga menjadwalkan ulang waktu shift pekerja dan cara lain untuk memangkas pengeluaran.

Dalam catatan Colliers, terdapat dua hotel baru yang mencakup 404 kamar hingga akhir 2020. Meski begitu, terlalu dini untuk mengatakan bahwa kondisinya akan segera membaik.

Namun, jika 404 kamar ini beroperasi sesuai jadwal, suplai akan bertambah menjadi 14.306 kamar, tetapi jika pemilik memutuskan untuk menunda pembukaan, pasokan kamar baru akan stagnan pada angka 13.902 unit.

Beberapa proyek yang sedang dibangun sempat tertunda dan selanjutnya beberapa proyek yang siap dibuka kemungkinan juga akan ditunda menunggu kembalinya kepercayaan pasar.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X