Penulis
WNA diizinkan untuk membeli tempat residensial baru tanpa tunduk pada persyaratan apa pun. Selain itu, tidak ada batasan jumlah dan harga residensial yang boleh dibeli oleh WNA.
"Jadi, WNA hanya boleh membeli properti baru, bukan properti seken, lama atau hunian hasil renovasi (rehabilitasi)," jelas Tyas.
Sementara untuk status properti, Reza menerangkan, Australia menerapkan sistem kepemilikan free hold atau Hak Milik murni.
Hal ini mengacu regulasi Pemerintah Negara Bagian Victoria mengenai Environment, Land, Water, and Planning.
"Sertifikat Hak Milik (SHM) murni ini memberikan kepemilikan penuh atas tanah dan aset terkait untuk pemilik tanah dan pewarisnya. Beda dengan lease hold yang harus diperpanjang dalam kurun waktu tertentu, dan berbeda juga dengan SHM di Indonesia," tutur Reiza.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.