Crown Incar Rp 250 Miliar Penjualan Apartemen Melbourne di Indonesia

Kompas.com - 11/08/2020, 13:23 WIB
Ilustrasi apartemen
buzzbuzzhome.comIlustrasi apartemen

"Sementara tawaran imbal hasil dari pasar sekunder (sewa), saat ini rerata mencapai Rp 6 juta per minggu untuk tipe medium," imbuh Tyas.

Kepemilikan free hold

Lepas dari tawaran angka-angka positif, faktor lain yang membuat properti di Australia dianggap menarik yakni kemudahan investasi bagi individu asing.

Tyas menjelaskan, berdasarkan Foreign Investment Review Board (FIRB), orang asing bisa membeli dan memiliki properti di Australia dengan syarat yang terhitung mudah.

Kendati demikian, orang asing non-residen (WNA) tetap perlu mengajukan dan menerima persetujuan investasi sebelum membeli properti residensial di Australia.

Baca juga: Iwan dan Paul, Duet Indonesia Penakluk Pasar Australia

WNA didefinisikan sebagai individu yang bukan penduduk biasa, termasuk pemegang visa yang mengizinkan orang tersebut untuk tinggal di Australia hanya untuk jangka waktu terbatas.

WNA diizinkan untuk membeli tempat residensial baru tanpa tunduk pada persyaratan apa pun. Selain itu, tidak ada batasan jumlah dan harga residensial yang boleh dibeli oleh WNA.

"Jadi, WNA hanya boleh membeli properti baru, bukan properti seken, lama atau hunian hasil renovasi (rehabilitasi)," jelas Tyas.

Sementara untuk status properti, Reza menerangkan, Australia menerapkan sistem kepemilikan free hold atau Hak Milik murni.

Hal ini mengacu regulasi Pemerintah Negara Bagian Victoria mengenai Environment, Land, Water, and Planning. 

"Sertifikat Hak Milik (SHM) murni ini memberikan kepemilikan penuh atas tanah dan aset terkait untuk pemilik tanah dan pewarisnya. Beda dengan lease hold yang harus diperpanjang dalam kurun waktu tertentu, dan berbeda juga dengan SHM di Indonesia," tutur Reiza.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X