Kinerja Layanan Perumahan Raih Predikat AA

Kompas.com - 04/08/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)Ilustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meraih kategori AA pada penilaian kinerja layanan PPDPP atau senilai 90,74.

Perolehan angka ini meningkat dibanding tahun lalu sebesar 87,45 dan 73,90 pada tahun 2018 silam.

Penilaian tersebut merupakan inisiasi dari Kementerian Keuangan yang meminta kepada Kementerian PUPR melalui Sekjen Biro Keuangan untuk melakukan penilaian kinerja aspek layanan Badan Layanan Umum (BLU) PPDPP.

Penilaian yang dilakukan pada tahun ini mencakup aspek layanan berupa pertumbuhan produktivitas layanan, efisiensi layanan, mutu dan pelayanan bagi masyarakat, serta pengembangan organisasi dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kemudian, dalam aspek keuangan meliputi rasio rasio kas, rasio lancar, periode penagihan piutang, perputaran aset, imbalan atas aset, imbalan atas ekuitas dan rasio PNBP terhadap biaya operasi) dan kepatuhan pengelolaan keuangan.

Baca juga: Penyaluran FLPP Capai Rp 7,85 Triliun

Metode yang digunakan oleh Kementerian PUPR melalui pengumpulan data primer dan sekunder.

Data primer diperoleh melalui pemantauan lapangan di empat kota yakni Samarinda, Palembang, Padang, dan Mataram.

Selain itu, Biro Keuangan juga melakukan kuisioner untuk tiga kelompok baik dari sisi kepatuhan Masyarakat Berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 124 responden, bank pelaksana (8 bank) dan pengembang (8 pengembang).

Ilustrasi rumah.Dok. PPDPP Kementerian PUPR Ilustrasi rumah.

Sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara mengumpulkan semua data terkait dari PPDPP.

Kepala Biro Keuangan Sekjen Kementerian PUPR Budi Setiawan mengungkapkan apresiasi atas peningkatan layanan yang telah dilakukan.

“Kami sangat menghargai capaian PPDPP dalam upayanya meningkatkan layanan kepada masyarakat, bank dan pengembang melalui pengembang teknologi salah satunya SiKasep,” ujar Budi dalam siaran pers, Selasa (4/8/2020).

Sebagai lembaga yang dikelola berdasarkan BLU, PPDPP sedang gencar melakukan berbagai peningkatan layanan melalui pengembangan teknologi. 

Baca juga: Subsidi FLPP Masih Tetap Dianggarkan hingga Tahun 2021

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin menyampaikan bahwa apa yang dilakukan PPDPP saat ini dan ke depan adalah untuk membangun layanan pembiayaan perumahan yang lebih baik.

“Ke depan Kementerian PUPR akan memiliki big data yang tersaji di SiKasep. Baik dari sisi permintaan akan perumahan, dari sisi penyediaan perumahan, kuota bank dan sisi pemantauan terhadap kualitas rumah subsidi,” tutur Arief.

Adapun, aplikasi SiKasep telah diakses oleh 204.498 calon debitur perumahan subsidi per Selasa (4/8/2020) pukul 11.16 WIB.

Rinciannya, ebanyak 84.152 calon debitur sudah dinyatakan lolos subsidi checking, 12.704 calon debitur sudah dalam proses verifikasi dengan bank pelaksana, 769 calon debitur sudah dalam pengajuan dana FLPP dan 78.023 debitur sudah menerima dana FLPP.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X