Kompas.com - 21/01/2020, 23:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa tinggal atau length of stay turis yang berkunjung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), bisa lebih panjang menjadi empat hari dari sebelumnya rata-rata 2 hari.

Hal ini menyusul penataan dan pengembangan infrastruktur yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan ditargetkan selesai seluruhnya pada Desember 2020.

Labuan Bajo merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas yang dirancang dengan konsep waterfront city  berstandar dunia bersama dengan Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Manado-Bitung-Likupang.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono mengatakan, selain meningkatkan length of stay, penataan dan pengembangan KSPN Labuan Bajo juga akan sangat berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan.

Baca juga: Menteri Basuki Pastikan KSPN Super Prioritas Labuan Bajo Tuntas 2020

Jika pada tahun 2017-2018 saja, jumlah kunjungan sekitar 100.000-120.000 turis, tahun 2019 saat program ini mulai berjalan, wisawatan yang datang meningkat hampir 200.000 orang.

"Mestinya tahun ini lebih baik lagi dengan masa tinggal lebih lama. Selama ini turis justru bermalam di kapal, diving. Di Labuan Bajo hanya bermalam sehari-dua hari, karena tidak ada amenitas, dan atraksi," ucap Hadi, Senin (21/1/2020).

Menara pandang Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT.Hilda B Alexander/Kompas.com Menara pandang Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT.
Dampak kedua dari penataan dan pengembangan Labuan Bajo menjadi waterfront city kelas dunia adalah dapat menarik lebih banyak lagi investor.

Para investor ini akan membuka bisnis, mulai dari perhotelan, kuliner, suvenir, jasa tour guide, transportasi, dan lain-lain yang pada gilirannya dapat membuka lapangan kerja bagi masyakarat Labuan Bajo.

Dampak keempat adalah peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Hadi mencontohkan, Danau Toba yang mengalami lonjakan tingkat kunjungan turis dan investor, mampu mendongkrak PAD Kabupaten Samosir lebih besar 80 persen dari sebelumnya.

Labuan Bajo, imbuh Hadi, bisa mencapai itu semua dengan catatan, investasi tidak langsung dari Kementerian PUPR ini harus juga diimbangi dengan gebrakan dan program dari Kementerian/Lembaga terkait khususnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Baca juga: Labuan Bajo, Waterfront City Kelas Dunia Pertama di Indonesia

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengembang Real Estate Indonesia Dilatih Garap Proyek IKN

Pengembang Real Estate Indonesia Dilatih Garap Proyek IKN

Kawasan Terpadu
Menilik Target Konstruksi 6 Ruas Tol Jogja-Bawen, Nyambung Penuh 2025

Menilik Target Konstruksi 6 Ruas Tol Jogja-Bawen, Nyambung Penuh 2025

Konstruksi
Telan Rp 2,9 Triliun, Ini Penampakan Pelabuhan Terbesar di Kalimantan

Telan Rp 2,9 Triliun, Ini Penampakan Pelabuhan Terbesar di Kalimantan

Berita
Sedang Dibangun di KEK Tanjung Lesung, Ketahui Jenis-jenis Pengaman Pantai

Sedang Dibangun di KEK Tanjung Lesung, Ketahui Jenis-jenis Pengaman Pantai

Berita
Soal Pengaman Pantai KEK Tanjung Lesung, Luhut: Perhatikan Juga Mangrove

Soal Pengaman Pantai KEK Tanjung Lesung, Luhut: Perhatikan Juga Mangrove

Berita
Pengusaha Filipina Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Nusantara Infrastructure

Pengusaha Filipina Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Nusantara Infrastructure

Berita
Raup Kontrak Rp 1,17 Triliun, PP Resmi Bangun Proyek Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang

Raup Kontrak Rp 1,17 Triliun, PP Resmi Bangun Proyek Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang

Berita
Mulai 10 Agustus, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A Dibuka Fungsional Gratis

Mulai 10 Agustus, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A Dibuka Fungsional Gratis

Berita
Resmi, Sertifikat 5 Juta Bidang Tanah Wakaf NU Diurus Kementerian ATR/BPN

Resmi, Sertifikat 5 Juta Bidang Tanah Wakaf NU Diurus Kementerian ATR/BPN

Berita
Layani Akses Air Minum KSPN Tanjung Lesung, Begini Progres SPAM

Layani Akses Air Minum KSPN Tanjung Lesung, Begini Progres SPAM

Berita
Pengaman Pantai KEK Tanjung Lesung Akan Dilengkapi Ruang Publik

Pengaman Pantai KEK Tanjung Lesung Akan Dilengkapi Ruang Publik

Berita
Cucu Usaha Hutama Karya Cetak Penjualan Beton Siap Pakai Rp 287 Miliar

Cucu Usaha Hutama Karya Cetak Penjualan Beton Siap Pakai Rp 287 Miliar

Berita
Jangan Cat Dinding Ruang Tamu dengan Warna Merah! Ini Alasannya

Jangan Cat Dinding Ruang Tamu dengan Warna Merah! Ini Alasannya

Interior
Percepat Redistribusi Tanah, Kementerian ATR/BPN Serah Terima Proposal ke KLHK

Percepat Redistribusi Tanah, Kementerian ATR/BPN Serah Terima Proposal ke KLHK

Berita
One Global Residences and Resorts, Hunian Premium di Sydney dengan Fasilitas Mirip Hotel

One Global Residences and Resorts, Hunian Premium di Sydney dengan Fasilitas Mirip Hotel

Hunian
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.