Menakar Potensi Komersial dan Kualitas Hidup di TOD MRT Jakarta

Kompas.com - 21/11/2019, 20:42 WIB
Masyarakat mengunjungi Mini information center MRT di Stasiun MRT Dukuh Atas. Foto diambil Minggu (30/12/2018). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAMasyarakat mengunjungi Mini information center MRT di Stasiun MRT Dukuh Atas. Foto diambil Minggu (30/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Berbasis Transit atau Transit Oriented Development ( TOD) akan dikembangkan PT MRT Jakarta sebagai upaya mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan peremajaan perkotaan (urban regeneration).

Selain itu, pengembangan TOD ini juga memiliki potensi besar untuk dimonetisasi secara komersial, sehingga dapat membantu PT MRT Jakarta meningkatkan target pendapatan dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Korporasi PT MRT Jakarta Tuhiyat, pengembangan TOD akan dikerjasamakan dengan swasta, di antaranya pengembang properti, serta pemilik lahan dan bangunan di sekitar kawasan TOD dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPPBU).

"Namun, hingga saat ini kami belum sampai pada kesimpulan apakah nanti formatnya bangun, guna, serah, alias built operate and transfer (BOT) atau kerja sama operasi (KSO). Semua peluang masih kami kaji," tutur Tuhiyat kepada Kompas.com, saat MRT Jakarta Fellowship Program, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: MRT Jakarta Menuju World Class Operator

Ada lima TOD yang akan dikembangkan di Koridor Lebak Bulus-Bunderan HI, yakni TOD Dukuh Atas dengan tema kolaborasi gerak, TOD Istora Senayan sebagai beranda Pelita Indonesia, dan TOD Blok M ASEAN yang merupakan kota taman.

Kemudian TOD Fatmawati sebagai sub-pusat selatan Kota Jakarta yang dinamis dan progresif, serta TOD Lebak Bulus dengan tema gerbang selatan Jakarta.

Penentuan tema ini, menurut Tuhiyat, berdasarkan pada highest and best use  dari peruntukkan lahan di masing-masing kawasan.

Warga melintasi mural karya dari seniman asal Berlin, Jerman Snyder di terowongan Jalan Kendal, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019). Tema Mural yaitu Persahabatan untuk perayaan 25 tahun hubungan antara Jakarta dan Berlin sebagai Sister City.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga melintasi mural karya dari seniman asal Berlin, Jerman Snyder di terowongan Jalan Kendal, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019). Tema Mural yaitu Persahabatan untuk perayaan 25 tahun hubungan antara Jakarta dan Berlin sebagai Sister City.
Dia menyebut, dari pengembangan lima TOD ini, potensi pendapatan yang bakal diraup PT MRT Jakarta senilai Rp 240 triliun.

Pendapatan ini diperoleh dari konversi bisnis properti di area-area komersial lima TOD  Koridor South-North yang dirancang sebagai profit center bagi PT MRT Jakarta.

Meliputi sewa ruang ritel, iklan luar ruang (below the line), dan pengembangan 34.047 hunian vertikal (apartemen) layak huni.

Total luas public activities area  untuk pengembangan TOD ini adalah 21 hektar yang akan dilengkapi dengan 149,1 kilometer pedestrian path, 73,9 hektar ruang parkir terbuka, dan 56.854 meter persegi active riverbank area.

Baca juga: Fase II MRT Jakarta Bunderan HI-Ancol Barat Butuh Rp 22,5 Triliun

Untuk merealisasikan semua ini, dibutuhkan dana hampir separuh potensi pendapatan atau sekitar Rp 120 triliun.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X