SMF Terbitkan Surat Berharga Komersial Pertama di Indonesia

Kompas.com - 21/11/2019, 18:52 WIB
Ilustrasi rumah ApartementtherapyIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero) atau SMF secara resmi menerbitkan Surat Berharga Komersial ( SBK) pertama sejumlah Rp 120 miliar dengan peringkat IdA+ atau setara AAA untuk surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Kamis (21/11/2019).

Penerbitan SBK ini merupakan realisasi dari Penandatanganan Perjanjian Surat Berharga Komersial oleh Direktur SMF, Heliantopo, Direktur Danareksa Sekuritas Boumediene Sihombing, dan Group Head Capital Market Investment Banking BNI Sekuritas, Jevera, Selasa (19/11/2019).

Saat ini, SMF berperan sebagai penerbit, sedangkan Danareksa Sekuritas dan BNI Sekuritas bertindak sebagai penyusun dalam melaksanakan penerbitan SBK.

Baca juga: Hingga September, Pendapatan SMF Rp 1,1 Triliun

Adapun SBK yang diterbitkan oleh SMF yang merupakan SBK pertama sejak diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia nomor 19/9/PBI/2017 tentang Penerbitan Dan Transaksi Surat Berharga Komersial Di Pasar Uang.

SBK I SMF diterbitkan dengan tingkat potongan sebesar 7  persen dengan jangka waktu 12 bulan terhitung sejak tanggal diterbitkannya.

Direktur SMF Heliantopo mengatakan, penerbitan SBK ini merupakan bagian dari
upaya SMF sebagai Perusahan Pembiayaan Sekunder Perumahan dalam mengusahakan
berbagai potensi sumber pendanaan.

Hal ini mengingat sifat SMF sebagai liquidity provider yang harus menyiapkan dana yang pastinya dapat dialokasikan.

“Penerbitan SBK ini merupakan upaya kami dalam memenuhi kebutuhan likuiditas dana jangka
pendek sebelum digantikan dengan dana jangka panjang. Hal tersebut untuk mendukung
proses bisnis SMF di pembiayaan sekunder perumahan, untuk mendukung program
kepemilikan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” terang Heliantopo.

Baca juga: Dapatkan PMN Rp 2,5 Triliun, SMF Prioritaskan 3 Program Ini

Rencananya dana hasil SBK ini akan dialokasikan untuk mengisi kebutuhan likuiditas jangka
pendek sebelum menerbitkan obligasi.

Dari dana yang hasilkan dari SBK ini diharapkan dapat menambah target pendanaan SMF sampai dengan akhir tahun 2019 diperkirakan sebesar Rp9,2 triliun dari dana yang sudah terkumpul saat ini sebesar Rp 9,1 triliun.

Pada bulan Agustus 2019 SMF telah menerbitkan obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V tahap II Tahun 2019, senilai Rp 2,2 triliun, dengan rating idAAA dari Pefindo.

Tercatat sejak tahun 2009 hingga Oktober 2019, SMF telah melakukan penerbitan surat utang sebanyak 39 kali dengan total Rp 33,9 triliun.

SMF memiliki peringkat AAA baik untuk surat utang maupun koorporasi diperoleh dari Pefindo. Peringkat tersebut merupakan peringkat tertinggi yang menujukkan kemampuan SMF untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang serta profil permodalan yang sangat kuat, didukung oleh kualitas aset yang baik.

Baca juga: SMF dan Kemenpar Salurkan Pembiayaan Homestay di Mandalika

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X