Dapatkan PMN Rp 2,5 Triliun, SMF Prioritaskan 3 Program Ini

Kompas.com - 16/11/2019, 11:35 WIB
Direksi PT Sarana Multigriya Finansial ( SMF): (dari kiri ke kanan) Direktur SMF Heliantopo, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur SMF Trisnadi Yulrisman, saar memaparkan kinerja SMF triwulan ketiga, di Yogyakarta, Jumat (15/11/2019). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBADireksi PT Sarana Multigriya Finansial ( SMF): (dari kiri ke kanan) Direktur SMF Heliantopo, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur SMF Trisnadi Yulrisman, saar memaparkan kinerja SMF triwulan ketiga, di Yogyakarta, Jumat (15/11/2019).

KOMPAS.com - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mendapat penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 2,5 triliun pada 2020.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, dana PMN akan digunakan untuk membiayai tiga program.

Pertama, program Penurunan Beban Fiskal pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 1,75 triliun.

Kedua, program KPR pasca-bencana sebesar Rp 250 miliar.

"Lalu ada progam KPR ASN TNI POLRI sebesar Rp 500 miliar," ujar Ananta, saat pemaparan kinerja SMF triwulan ketiga, di Yogyakarta, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: SMF dan Kemenpar Salurkan Pembiayaan Homestay di Mandalika

Pada program pertama, SMF mendukung pemenuhan backlog perumahan melalui pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

SMF dalam program ini memberikan dukungan sebesar 25 persen, yang dapat menggantikan porsi pembiayaan oleh bank yang sebelumnya hanya sebesar 10 persen.

Dengan peningkatan porsi tersebut, SMF akan me-leverage PMN melalui penerbitan surat utang, sehingga rumah yang terfasilitasi menjadi lebih banyak.

SMF akan mengalirkan pembiayaan sebesar Rp 3,7 triliun yang diperuntukkan khusus bagi program penurunan beban fiskal.

Baca juga: SMF Bakal Salurkan KPR Pasca-bencana ke Seluruh Indonesia

Terdiri atas PMN senilai Rp 1,75 triliun dan sisanya dengan menerbitkan surat utang,

Pada program kedua, SMF akan bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk membantu penduduk dalam memperbaiki rumah terdampak bencana.

Alokasi dana yang akan dikucurkan sebesar Rp 500 miliar yang terdiri atas PMN sejumlah  Rp 250 miliar dan penerbitan surat utang sebesar Rp 250 miliar.

"Untuk progam KPR ASN TNI POLRI, kami cari ke pasar modal lagi. Adanya SMF itu punya daya ungkit, bisa men-generate dana masyarakat lewat pasar modal, sehingga pogram pemerintah bisa lebih efektif," tuntas Ananta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X