SMF Bakal Salurkan KPR Pasca-bencana ke Seluruh Indonesia

Kompas.com - 16/11/2019, 11:00 WIB
Direksi PT Sarana Multigriya Finansial ( SMF): (dari kiri ke kanan) Direktur SMF Heliantopo, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur SMF Trisnadi Yulrisman, saar memaparkan kinerja SMF triwulan ketiga, di Yogyakarta, Jumat (15/11/2019). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBADireksi PT Sarana Multigriya Finansial ( SMF): (dari kiri ke kanan) Direktur SMF Heliantopo, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur SMF Trisnadi Yulrisman, saar memaparkan kinerja SMF triwulan ketiga, di Yogyakarta, Jumat (15/11/2019).

KOMPAS.com - Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, Heliantopo berencana menyalurkan dana Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pasca-bencana ke seluruh daerah di Indonesia.

Saat ini, Lombok masih menjadi target utama penyaluran. Namun, dalam waktu dekat, SMF akan merealisasikan KPR pasca-bencana di Palu, Sulawesi Tengah.

"Palu itu kan kami sudah mulai. Sebetulnya dari tahun lalu, dari awal. Cuma ketika memulai itu mereka bikin SOP, panjanglah. Kami mulai sekitar Agustus, menawarkan ke ASN di sana, lagi proses," ujar Topo, usai pemaparan kinerja SMF triwulan ketiga di Yogyakarta, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: SMF Teken Perjanjian Akad KPR Pasca-bencana

"Sekarang kami akan buka ke daerah lain se-Indonesia. Yang kedua, penyalurnya juga kami buka, bukan hanya BPD, tapi bank-bank lain. Intinya kami ini merasa yakin program bagus dan bisa jalan," Topo menambahkan.

Nantinya, KPR pasca-bencana tidak hanya disalurkan di daerah dengan status bencana nasional, tapi juga status bencana daerah.

"Sebetulnya pasca-bencana ini kami lagi mengajukan supaya tidak perlu bencana nasional. Jadi bencana daerah juga bisa. Misalnya suatu daerah longsor, itu boleh dong. Harapannya bisa disetujui," ujar Topo.

Tantangan

Topo mengungkapkan, membuka KPR pasca-bencana di daerah yang dilanda bencana, memiliki sejumlah tantangan.

Salah satunya soal kemampuan penerima program dalam membayar cicilan.

Dalam program ini, SMF menyediakan dana 5 persen kepada penyalur KPR. Sedangkan penyalur KPR mengucurkan 7,5 persen kepada warga.

Nilai maksimalnya sebesar Rp 100 juta.

"Problemnya adalah karena ini pasca-bencana, mesti di-assessment dulu, ini orangnya bisa nyicil enggak. Ini kan mesti dikembalikan dananya, bukan bantuan," ujar Topo.

Seperti diketahui, Produk KPR SMF pasca-bencana merupakan fasilitas pembiayaan kepemilikan rumah, terkait pemulihan permukiman terdampak bencana.

Baca juga: Danai 68.000 Rumah Subsidi, SMF Siapkan Rp 2,2 Triliun

Melalui program ini, diharapkan pembangunan atau perbaikan rumah rusak di daerah terdampak bencana segera terealisasi.

Selain itu, program ini diharapkan dapat memberikan efek domino pada pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X