Ignatius Untung S
Praktisi Neuromarketing dan Behavioral Science

Praktisi Neuromarketing dan Behavioral Science

Mengenal Siklus Investasi Properti

Kompas.com - 06/02/2019, 15:25 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Untuk area-area "panas" pergerakan dari titik C ke titik D bisa mencapai lebih dari 100 persen per tahunnya.

Siklus propertiDokumentasi Rumah123 Siklus properti
Di luar pola siklus umum, beberapa hal seperti rencana pembangunan infrastruktur di sekitar area tersebut bisa mengubah siklus standard ini menjadi lebih cepat atau lebih lambat.

Untuk itu, penting bagi calon investor mengetahui rencana tata kota dan pengembangan tata ruang wilayah sekitar.

Bagaimana dengan kondisi sekarang?

Berbagai pelaku usaha properti mengakui bahwa industri ini sudah mengalami perlambatan sejak tahun 2015 dan masih belum pulih hingga hari ini.

Data Rumah123.com menunjukkan, dari Januari 2017 hingga Desember 2018 pergerakan harga di daerah-daerah penyangga Jakarta dan daerah "panas" di Jakarta mengalami stagnasi.

Artinya harga yang ditawarkan ke pasar pada Januari 2017 tidak berbeda jauh dengan harga pada Desember 2018.

Kondisi ini menunjukkan situasi yang mirip seperti kurva A, B, C atau E, F, G. Depok menjadi pengecualian karena kota ini sudah mulai beranjak dari kurva C menuju D.

Berkaca pada data ini bisa diambil kesimpulan bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk membeli properti, terutama bagi Anda yang ingin melakukannya untuk tujuan berinvestasi.

Hal ini karena harga bergerak tidak jauh dalam jangka waktu yang cukup lama (24 bulan).

Jika sudah demikian, yakin masih mau menunda lagi beli properti?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.