"Holding" BUMN Infrastruktur Siap Garap Proyek Baru

Kompas.com - 05/02/2019, 14:48 WIB
Pembangunan Tol Banda Aceh-Sigli. Dok. Kementerian PUPRPembangunan Tol Banda Aceh-Sigli.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang konstruksi, resmi bergabung dalam Holding BUMN Infrastruktur pada Jumat (1/2/2019).

Penggabungan ini diputuskan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan masing-masing perusahaan.

Ketiga BUMN yang dimaksud yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Ketiganya melepaskan saham Seri B milik negara sebagai penyertaan modal kepada PT Hutama Karya (Persero), yang menjadi induk usaha pada holding tersebut.

Dengan pelepasan saham ini, status ketiga perseroan itu berubah menjadi non-persero sebagaimana diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 tahun 2016 perihal perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, pembentukan holding ini justru semakin menguntungkan perusahaan. Pasalnya dari sisi keuangan, holding bakal memiliki konstruksi keuangan yang lebih kuat.

Baca juga: Beraset Rp 233 Triliun, Holding BUMN Infrastruktur Dinilai Tepat

"Dengan bergabungnya ini, kita berharap akan menjadi lebih besar, lebih kuat, dan lebih lincah. Dan kita fokus. Jadi masing-masing akan fokus," ungkap Aloy di Jakarta, Jumat.

Meski begitu, realisasi pembentukan holding tersebut masih akan menunggu peraturan pemerintah (PP) yang kini tengah dibahas.

"Ini masih pemberesan PP di Sekretariat Negara (Setneg). Enggak tahu (selesainya kapan), lebih cepat lebih baik," cetus Aloysius.

Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Bakauheni, Lampung. Gambar diambil Jumat (6/11/2015).Arimbi Ramadhiani Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Bakauheni, Lampung. Gambar diambil Jumat (6/11/2015).
Sementara itu, Direktur Utama PT Hutama Karya Bintang Perbowo menuturkan, pembentukan holding infrastruktur memiliki nilai strategis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X