Beraset Rp 233 Triliun, "Holding" BUMN Infrastruktur Dinilai Tepat

Kompas.com - 04/02/2019, 21:53 WIB
Jembatan Kalikuto Jalan Tol Batang-Semarang. Baihaki/KONTANJembatan Kalikuto Jalan Tol Batang-Semarang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintahan dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan Freddy Rickson Saragih menilai pembentukan holding infrastruktur oleh Kementerian BUMN merupakan langkah yang tepat.

Menurut dia, dari sisi pembiayaan, ada dua alasan pembentukan holding itu dianggap pas. Pertama, berkaitan dengan leverage atau penggunaan aset dan dana pinjaman; kedua, berhubungan dengan pengelolaan keuangan.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang bergabung dalam satu holding, maka kian besar pula nilai aset holding tersebut dan kesempatan untuk mendapatkan pinjaman bakal bertambah.

Baca juga: “Holding” Infrastruktur, Efisiensi dan Masalah Non-teknis

“Dari sisi leverage, pembentukan holding akan secara otomatis meningkatkan kemampuan holding untuk memperoleh pinjaman baru,” ujar Freddy kepada Kompas.com, Senin (4/2/2019).

Kemudian, dari segi pengelolaan keuangan, keberadaan holding bisa meningkatkan efisiensi dan membuat perusahaan lebih fokus melakukan perencanaan, melaksanakan, dan mengevaluasi sebuah proyek infrastruktur.

“Melalui holding pengelolaan pembiayaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyempurnaannya akan jauh lebih fokus sehingga efisiensi dipastikan dapat diperoleh,” imbuh Freddy.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk diketahui, tiga BUMN di sektor infrastruktur memutuskan untuk mengalihkan saham Seri B milik negara di masing-masing perseroan sebagai setoran modal kepada PT Hutama Karya (Persero) atau HK.

Ketiga BUMN itu yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Keputusan pengalihan saham ini dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) masing-masing perseroan di Jakarta, Jumat (1/2/2019), dan dilaksanakan sehubungan dengan rencana pemerintah membentuk holding BUMN di sektor infrastruktur.

Jika dilihat dari nilai aset masing-masing perseroan, berdasarkan laporan keuangan terakhir per 30 September 2018, Waskita Karya memiliki total aset senilai lebih dari Rp 129,2 triliun.

Kemudian, Adhi Karya mempunyai aset keseluruhan berjumlah sekitar Rp 28,3 triliun. Adapun total aset Jasa Marga yaitu lebih kurang Rp 75,5 triliun.

Dengan demikian, nilai total aset ketiga perseroan tersebut yakni sekitar Rp 233 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asrinesia Gelar Pameran Virtual hingga September 2021

Asrinesia Gelar Pameran Virtual hingga September 2021

Arsitektur
Jamin KPR Subsidi Tepat Sasaran, BTN Urai Syarat dan Proses Seleksi

Jamin KPR Subsidi Tepat Sasaran, BTN Urai Syarat dan Proses Seleksi

Berita
Perusahaan Milik John Riady Raup Laba Bersih Kuartal I Rp 256 Miliar

Perusahaan Milik John Riady Raup Laba Bersih Kuartal I Rp 256 Miliar

Berita
Masih Banyak Rumah Subsidi Dibangun Tak Memenuhi SNI

Masih Banyak Rumah Subsidi Dibangun Tak Memenuhi SNI

Perumahan
Intiland Pasarkan Klaster Baru, Bidik Keluarga Muda yang Merdeka Secara Finansial

Intiland Pasarkan Klaster Baru, Bidik Keluarga Muda yang Merdeka Secara Finansial

Perumahan
Belum Setahun Diluncurkan, SiKumbang Simpan Data Lebih dari Satu Juta Rumah

Belum Setahun Diluncurkan, SiKumbang Simpan Data Lebih dari Satu Juta Rumah

Berita
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Beberkan Karut Marut Rumah Subsidi

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Beberkan Karut Marut Rumah Subsidi

Berita
Cara New York Atasi Sungai Kotor, Bangun Kolam yang Bisa Menyerap 600.000 Galon Air Per Hari

Cara New York Atasi Sungai Kotor, Bangun Kolam yang Bisa Menyerap 600.000 Galon Air Per Hari

Arsitektur
Hingga Juni 2021, Realisasi Subsidi Rumah FLPP Baru 76.222 Unit

Hingga Juni 2021, Realisasi Subsidi Rumah FLPP Baru 76.222 Unit

Berita
Surya Siap Dukung Pemprov Jambi Tingkatkan Kesejahteraan Suku Anak Dalam

Surya Siap Dukung Pemprov Jambi Tingkatkan Kesejahteraan Suku Anak Dalam

Berita
Model Percontohan Jawa Bagian Selatan, Pawonsari Diusulkan Masuk PSN

Model Percontohan Jawa Bagian Selatan, Pawonsari Diusulkan Masuk PSN

Berita
Pengendali Banjir Ini Bakal Jadi Pusat Pariwisata Internasional

Pengendali Banjir Ini Bakal Jadi Pusat Pariwisata Internasional

Berita
Penthouse Miami Beach, Properti Termahal yang Dibeli dengan Cryptocurrency

Penthouse Miami Beach, Properti Termahal yang Dibeli dengan Cryptocurrency

Berita
[POPULER PROPERTI] Duet Waskita-Terregra, Bangun PLTM Senilai Rp 377 Miliar

[POPULER PROPERTI] Duet Waskita-Terregra, Bangun PLTM Senilai Rp 377 Miliar

Berita
Sampah Menggunung di 1.000 Titik Kota Medan, Ini Langkah Bobby Nasution

Sampah Menggunung di 1.000 Titik Kota Medan, Ini Langkah Bobby Nasution

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X