China Hadirkan Jembatan 3D Terpanjang di Dunia - Kompas.com

China Hadirkan Jembatan 3D Terpanjang di Dunia

Kompas.com - 06/02/2019, 11:41 WIB
Jembatan beton 3 dimensi (3D) di Shanghai, China.Joint Research Center for Digital Architecture (JCDA) Jembatan beton 3 dimensi (3D) di Shanghai, China.

KOMPAS.com - Sebuah tim dari Fakultas Arsitektur Universitas Tsinghua, Beijing, yang dipimpin oleh Profesor Xu Weiguo telah membuat jembatan beton 3 dimensi (3D) sepanjang 26,3 meter yang diklaim terpanjang di dunia.

Jembatan penyeberangan selebar 3,6 meter itu membentang di suatu kanal di Distrik Baoshan, Shanghai.

Pembangunannya dilakukan pada awal tahun ini. Jembatan ini dirancang oleh Zoina Land Joint Research Center for Digital Architecture (JCDA), dan pelaksanaannya dikerjakan oleh Shanghai Wisdom Bay Investment Management Company.

Menurut JCDA, bentuk melengkung pada jembatan itu terinspirasi dari Jembatan Anji berusia 1.400 tahun di Zhaoxian, yang merupakan jembatan tertua di China.

Baca juga: Tahun Ini, Pemerintah Bangun 166 Jembatan “Indiana Jones”

Berdasarkan pengalaman sejak zaman dahulu, JCDA percaya bahwa kehadiran suatu jembatan menandai langkah maju penerapan teknologi terbaru yang digunakan sebagai proyek rekayasa di dunia nyata saat ini.

"Penyelesaian jembatan penyeberangan ini menandai perwujudan nyata yang menggembirakan dalam perkembangan teknologi, mulai dari penelitian dan pengembangan hingga aplikasi praktisnya," kata Profesor Xu Weiguo, seperti diberitakan Dezeen, Selasa (6/2/2019).

Jembatan beton 3 dimensi (3D) di Shanghai, China.Joint Research Center for Digital Architecture (JCDA) Jembatan beton 3 dimensi (3D) di Shanghai, China.

Dia menambahkan, pada saat yang sama, keberadaan jembatan ini juga menandai masuknya teknologi cetak dan konstruksi beton 3D ke China dalam tingkat yang lebih tinggi berskala global.

Jembatan melengkung ini dibangun dari 176 unit beton yang dicetak menggunakan sistem pencetakan bertenaga robot. Semua komponennya dicetak dalam waktu 450 jam.

Struktur jembatan itu terdiri dari 44 unit besi berongga, sedangkan deknya dibuat dari 68 unit lantai berbatu yang dicetak dalam bentuk bergelombang dan diisi dengan kerikil putih.

Adapun pegangan tangannya juga dibuat dari bahan yang sama. Semua komponen itu dicetak menggunakan komposit beton serat polietilen dan campurannya.

Perancang mengatakan, jembatan itu jauh lebih murah untuk membangun struktur yang dibangun secara tradisional.

"Dibandingkan dengan jembatan konvensional dengan ukuran yang sama, biayanya hanya dua pertiga. Terutama karena pencetakan dan konstruksi bagian utama jembatan ini tidak menggunakan tulangan sehingga menghemat biaya secara signifikan," ujar Profesor Xu.

Pemasangan jembatan ini dilakukan dengan sistem pemantauan yang merekam perubahan bentuk beton seiring waktu.

Informasi ini akan digunakan untuk membantu mengembangkan penggunaan pencetakan 3D untuk rekayasa bangunan jembatan.

Penggunaan teknologi pencetakan 3D dalam dunia teknik dan arsitektur terus berkembang. Tahun lalu, jembatan baja cetak 3D pertama di dunia diresmikan di Dutch Design Week, Belanda.

Sementara di Amerika Serikat, pihak militer juga telah menggunakan pencetakan berteknologi 3D untuk membuat barak bagi para personelnya.



Close Ads X