Kaleidoskop 2018: Kasus Properti, Proyek Bodong hingga Praktik Suap

Kompas.com - 01/01/2019, 15:00 WIB
Sejumlah perwakilan konsumen melakukan audiensi dengan pengemban apartemen K2 Park, PT Prioritas Land Indonesia (PLI), Jumat (14/9/2018). Kompas.com / Dani PrabowoSejumlah perwakilan konsumen melakukan audiensi dengan pengemban apartemen K2 Park, PT Prioritas Land Indonesia (PLI), Jumat (14/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah masih tingginya angka kebutuhan, praktik jual beli rumah masih diwarnai aroma penipuan oleh para pengembang nakal.

Mulai dari proyek bodong berkedok uang muka murah, apartemen yang tak kunjung dibangun, hingga proses perizinan yang terindikasi ada praktik rasuah.

Para pengembang tersebut seakan terus mencari celah keuntungan dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat untuk dapat memiliki rumah nyaman dan layak huni.

Masih segar dalam ingatan, pada 13 Desember lalu sebanyak 171 orang menjadi korban penipuan berkedok uang muka murah di Tangerang Selatan.

Pelaku bernama John Sumanti yang mengaku sebagai Dirut PT Citra Cakrawala Kinasa menawarkan rumah seharga Rp 130 juta sampai Rp 160 juta kepada calon konsumen.

Dua perumahan yang ditawarkan berlokasi di Desa Curug dan Desa Cidokom, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: 29 IMB Meikarta Belum Disahkan

Ternyata perumahan itu bukan milik John, melainkan milik pengembang properti lain yang tidak ada hubungan dengannya.

Setelah sempat kabur, pelaku ditangkap petugas kepolisian dan saat ini kasusnya diproses hukum.

Sebelumnya, PT Spekta Properti Indonesia (SPI) digugat penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) ke PN Jakarta Pusat oleh konsumen apartemen LA City lantaran hunian jangkung yang mereka bangun tak kunjung diselesaikan.

Konsumen dijanjikan dapat menempati apartemen dengan rentang waktu berbeda-beda, mulai dari tiga tahun hingga empat tahun setelah pembangunan fisik diselesaikan. Namun, selama ini belum ada kepastian.

Padahal, banyak konsumen yang masih mematuhi pembayaran cicilan sesuai dengan tagihan per bulan KPA perbankan. Bahkan, ada sejumlah konsumen yang telah melunasi pembayaran.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X