Apartemen Terlambat Dibangun, Pengembang K2 Park Minta Maaf

Kompas.com - 03/09/2018, 20:36 WIB
Kondisi proyek K2 Park per 21 Agustus 2018. Dokumentasi IbentoKondisi proyek K2 Park per 21 Agustus 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama PT Prioritas Land Indonesia (PLI) dalam sepekan terakhir  menjadi sorotan publik.

Sejumlah konsumen menuntut pengembang K2 Park ini menyelesaikan kewajibannya membangun apartemen yang berlokasi di Serpong, Banten.

Sementara konsumen lainnya menuntut PLI mengembalikan uang (refund) yang sudah dibayarkan secara kontan dan lunas atas unit-unit apartemen yang mereka beli.

K2 Park sendiri merupakan properti berkonsep superblok yang mencakup 7.000 unit dalam 6 menara yang sudah dipasarkan dan terjual sebagian pada 2014.

Baca juga: Apartemen Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Tagih Uang Kembali

Tuntutan konsumen bukan tanpa alasan. Pasalnya, hingga kini, apartemen tersebut belum dibangun.

Berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB), pengembang menjanjikan serah terima unit kepada konsumen pada Desember 2018.

Terhadap keterlambatan pembangunan fisik K2 Park ini, Presiden Direktur PT PLI Marcellus Chandra menyatakan permohonan maafnya.

"Kami mohon maaf kepada konsumen kalau ada keterlambatan yang membuat konsumen risau dan galau apakah aman investasi mereka," kata Presiden Direktur PT PLI Marcellus Chandra saat bertandang ke kantor redaksi Kompas.com, Senin (3/9/2018) sore.

Menurut Marcellus, hingga kini tercatat sudah 500 konsumen yang membeli apartemen K2 Park, dengan jumlah unit terjual mencapai 700 unit.

Belum dibangunnya proyek tersebut, aku Marcellus, karena pada saat bersamaan PT PLI juga tengah menggarap sejumlah proyek apartemen lainnya. Antara lain Majestic Serpong, dan Indigo, Bekasi.

Akibatnya, PT PLI mengalami kesulitan keuangan (cash flow), sehingga K2 Park yang sempat dimulai pencanangan pembangunannya pun terpaksa ditunda.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X