Rahasia Keindahan Sungai Cheonggyecheon yang Dikagumi Jokowi

Kompas.com - 12/09/2018, 17:06 WIB
Presiden Joko Widodo saat menyusuri Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9/2018). (Dok: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)KOMPAS.com/Devina Halim Presiden Joko Widodo saat menyusuri Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9/2018). (Dok: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

KOMPAS.com - Keindahan Sungai Cheonggyecheon tampaknya menginspirasi banyak pemimpin di dunia. Dalam lawatannya ke Seoul, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri berkunjung ke tempat ini.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Jokowi mengatakan, keadaan awal Sungai Cheonggyecheon mirip dengan Kali Ciliwung di Jakarta.

Namun berkat inovasi dan pembangunan kembali, sungai ini menjelma menjadi kebanggan masyarakat Seoul.

Baca juga: Cara Mewujudkan Keinginan Jokowi, Ciliwung Jadi seperti Cheonggyecheon

Keindahan Sungai Cheonggyecheon juga menginspirasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membuat proyek serupa.

Dalam salah satu unggahan di Facebook, dia mengatakan akan segera merancang proyek revitalisasi Kali Malang agar mirip dengan tampilan sungai di Kota Seoul tersebut.

Sungai Cheonggyecheon ternyata bukan sungai biasa. Wilayah di sekitar tempat ini sering diguanakan sebagai latar dalam drama dan film asal negeri ginseng tersebut.

Uniknya, keberadaan sungai ini telah melalui berbagai kisah. Mulai dari tempat kumuh kini menjadi salah satu objek wisata andalan Seoul. 

Kini yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana Sungai Cheonggyecheon bertransformasi?

Awal mula

Cheonggyecheon HighwaySeoul Metropolitan Government Cheonggyecheon Highway
Sungai Cheonggyecheon sudah ada sejak zaman Dinasti Joseon ratusan tahun lalu. Sungai tersebut awalnya bernama Gaecheon yang berarti "aliran terbuka".

Air sungai dimanfaatkan untuk sistem pengairan pada masa itu.

Pada awal abad ke-20, Kota Seoul berkembang dan pembangunan terjadi berlangsung di segala hal. Namun pembangunan ini juga menyebabkan rusaknya ekosistem Sungai Cheonggyecheon.

Pinggiran sungai berubah menjadi perkampungan kumuh. Aliran sungai bahkan dimanfaatkan warga setempat sebagai tempat pembuangan akhir.

Hal ini membuat Sungai Cheonggyecheon semakin tercemar. Air yang mengalir mengeluarkan bau tak sedap.

"Kemudian untuk menutupnya, dibangunlah jalan bebas hambatan di atasnya pada 1950-an," ujar Kee Yeon Hwang, salah satu inisiator proyek pembangunan Sungai Cheonggyecheon, seperti dikutip dari Grist.org.

Halaman:



Close Ads X