Rentetan Konflik yang Melibatkan Pengembang dan Konsumen

Kompas.com - 29/08/2018, 17:00 WIB
Kondisi proyek K2 Park per 21 Agustus 2018. Dokumentasi IbentoKondisi proyek K2 Park per 21 Agustus 2018.

Mereka kesal lantaran unit apartemen yang dijanjikan PT Majestic Land, selaku pengembang, tak kunjung serah terima kunci. Padahal, tak sedikit dari mereka telah melunasi kewajiban cicilannya.

Majestic Land didirikan pada 2011 oleh Wisnu Tri Anggoro. Pengembang ini mengklaim telah membangun beberapa proyek properti yang tersebar di beberapa kota besar, seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyek tersebut di antaranya Best Western Setiabudi di Bandung, M Square di Surabaya, Perumahan Nyaman Sendangsari, Best Western Majestic Yogyakarta, Majestic Residence Banguntapan, M Icon di Yogyakarta, dan Royal Kamuela Majestic di Ubud.

Dari ketujuh proyek tersebut hanya Best Western Setiabudi dan M Icon yang memiliki situs resmi untuk mengetahui lebih jauh tentang progres konstruksinya. Sementara sisanya nihil, tidak ada informasi apapun terkait pembangunan atau progres proyeknya.

Baca juga: Majestic Land, Pendatang Baru yang Dituding Menipu Konsumen

2. Kemanggisan Residence

Pada 2012, PT Mitra Safir Sejahtera (MSS), pengembang rusunami Kemanggisan Residence dipailitkan pengadilan karena tidak mampu menjamin keberlanjutan pembangunan dan mencari investor.

Imbas kepailitan ini, MSS diwajibkan mengembalikan uang yang telah disetorkan pembeli. Namun ketika proses hukum masih berjalan, rusun yang telah dimiliki pembeli sebelumnya dijual kembali oleh pengembang baru PT Berlian Makmur Properti.

Pada 2014, paguyuban penghuni meminta agar MSS mengembalikan uang yang telah disetorkan secara penuh.

Pasalnya, mereka merasa tidak diperlakukan adil lantaran hanya mendapat 15 persen dari nilai pembelian. Sementara, konsumen memberi kontribusi paling besar kepada pundi-pundi MSS.

Sementara itu, Bank Mutiara sebagai kreditor yang memberikan kredit kontruksi hanya memberikan Rp 63,5 miliar kepada MSS dan perusahaan jasa konstruksi memberikan jasa senilai Rp 32 miliar. Namun, semua mitra itu dibayar secara penuh oleh MSS.

Baca juga: Kasus Kemanggisan Residence, Potret Lemahnya Posisi Tawar Konsumen

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.