Kompas.com - 03/04/2018, 14:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kendati tahun 2017 lalu, Jakarta hanya mampu menyelesaikan satu pusat belanja (mal) anyar, Soho Pancoran, tetapi tingkat kekosongan terus bertambah.

Kuartal I-2018, ruang-ruang kosong mencapai 12,7 persen dari total luas pusat belanja Jakarta 3,1 juta meter persegi.

Baca juga: Tak Cuma Wifi, Pusat Belanja Terkini Mesti Instagrammable

Tingkat kekosongan ini lebih luas 1,7 persen jika dibandingkan catatan periode yang sama tahun lalu 11,0 persen. Bahkan, ketimbang kuartal IV-2017, masih lebih luas 0,6 persen yakni 12,1 persen.

Menurut Head of Research Savills Indonesia Anton Sitorus fenomena ini terjadi karena penyerapan negatif. Selain itu, juga banyak pusat belanja yang mengalami renovasi dan perbaikan. 

"Renovasi besar-besaran terjadi di pusat belanja yang ditinggalkan department store. Ruang kosong ini akan ditempati penyewa F&B dan busana siap pakai," ujar Anton.

 

Suasana Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai, Jakarta, Selasa (19/9/2017). PT Matahari Department Store Tbk menutup dua gerai yang berlokasi di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai pada akhir bulan September 2017 akibat pusat perbelanjaan tersebut sepi pengunjung. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Suasana Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai, Jakarta, Selasa (19/9/2017). PT Matahari Department Store Tbk menutup dua gerai yang berlokasi di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai pada akhir bulan September 2017 akibat pusat perbelanjaan tersebut sepi pengunjung.
Pertumbuhan tertinggi ruang-ruang kosong ini terjadi di pusat-pusat belanja kelas atas. Sementara pusat belanja kelas menengah atas dan menengah bawah relatif stabil.

Tingkat kekosongan di pusat belanja kelas menengah atas tercatat seluas 19,7 persen karena pasokan meluber. Adapun tingkat kekosongan pusat belanja kelas atas seluas 7,0 persen.

Permintaan dan penawaran terbatas

Seiring perekonomian yang belum pulih, telah secara signifikan membuat permintaan ruang pusat belanja terbatas, baik mal kelas menengah bawah, menengah atas, dan kelas atas.

Hal ini berdampak pada penurunan harga sewa 0,7 persen menjadi sekitar Rp 354.000 dari sebelumnya Rp 356.000 pada kuartal IV-2017.

Savills memprediksi hingga 2021, terdapat sekitar 450.000 meter persegi ruang baru yang akan meramaikan pasar. Rinciannya, mal menengah 56 persen dan menengah atas 44 persen.

Mereka terdistribusi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

"Sebagian besar pusat perbelanjaan tersebut merupakan bagian dari pengembangan mixed-use," tambah Anton seraya menambahkan tarif sewa akan naik sekitar 2-3 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.