Implementasi Lebih Penting daripada 1,5 Persen Biaya K3

Kompas.com - 23/02/2018, 20:00 WIB
Kondisi pasca robohnya cetakan beton tiang pancang  proyek Jalan Tol Becakayu, di Jalan DI Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/02/2018). Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 03.00 WIB saat pekerja sedang melakukan pengecoran. Terdapat tujuh korban yang dilarikan ke Rumah Sakit UKI dan Polri. MAULANA MAHARDHIKAKondisi pasca robohnya cetakan beton tiang pancang proyek Jalan Tol Becakayu, di Jalan DI Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/02/2018). Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 03.00 WIB saat pekerja sedang melakukan pengecoran. Terdapat tujuh korban yang dilarikan ke Rumah Sakit UKI dan Polri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus kecelakaan kerja tak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga immateri dan korban jiwa.

Padahal, kasus tersebut sebenarnya tak perlu terjadi bila manajemen keamanan, kesehatan dan keselamatan (K3) diterapkan secara maksimal.

Baca juga : Waskita Akui Lalai dalam Kecelakaan Kerja Infrastruktur

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, anggaran K3 biasanya 1,5 persen dari nilai proyek. Meski kecil secara persentase namun bila dikonversikan ke nilai uang, cukup besar.

"Coba bayangkan jika nilai sebuah proyek itu Rp 1 triliun, berapa anggaran K3-nya," kata Syarif saat diskusi bertajuk Penghentian Sementara Konstruksi Layang di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Dibandingkan persoalan persentase, hal utama yang harus diperhatikan dalam manajemen K3 yaitu implementasinya. Sering kali petugas proyek memiliki kedisiplinan rendah untuk menerapkan manajemen K3.

Baca juga : Waskita Batasi Waktu Pemasangan Girder Non-Standar

Meskipun, di dalam setiap pekerjaan, biasanya sudah disiapkan hal-hal yang menyangkut keselamatan diri. Mulai dari pakaian kerja, helm proyek, hinga peralatan keamanan.

"Misalnya petugas las, itu harus pakai kacamata las. Kacamata itu kan harganya tidak mahal. Masalah kedisiplinan penting dan ada pihak-pihak yang bertugas untuk cek," kata dia.

Syarif menambahkan, penerapan K3 merupakan hal yang mutlak. Bila manajemennya dijalankan dengan baik, paling tidak kasus kecelakaan kerja dapat diminimalisasi.

"Safety is number one," cetus Syarif.

Baca juga : Ada Apa dengan Waskita Karya?

Untuk diketahui, dalam tujuh bulan terakhir terjadi 14 kasus kecelakaan kerja. Itu artinya, paling tidak terjadi dua kasus setiap bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X