Waskita Batasi Waktu Pemasangan "Girder" Non-Standar

Kompas.com - 23/02/2018, 13:59 WIB
Tim Lafor Mabes Polri Cabang Surabaya melakukan penyelidikan sekaligus investigasi ambruknya grider flayover tol Pasuruan-Probolinggo KOMPAS.com/Moh.AnasTim Lafor Mabes Polri Cabang Surabaya melakukan penyelidikan sekaligus investigasi ambruknya grider flayover tol Pasuruan-Probolinggo

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sejumlah kasus kecelakaan kerja yang terjadi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui girder yang dipasang memiliki ukuran tidak standar.

Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Nyoman Wirya Adnyana mengatakan, ukuran standar sebuah girder sepanjang 40 meter. Sementara pada sejumlah kasus, panjang girder lebih dari 50 meter.

Guna mencegah terjadinya kasus serupa di kemudian hari, ia memastikan, Waskita kini membatasi waktu pemasangan girder berukuran di luar standar.

Baca juga : Waskita Akui Lalai dalam Kecelakaan Kerja Infrastruktur

"Untuk sementara, girder non-standar kita sampai pukul 17.00 WIB sore dulu. Malam dihentikan," kata Nyoman saat diskusi bertajuk Penghentian Sementara Konstruksi Layang di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Kendati demikian, Nyoman memastikan, waktu pemasangan girder non standar akan kembali ditambah. Hal itu dilakukan setelah mendapatkan keyakinan bila proses pemasangannya cukup aman.

"Kalau nanti sudah yakin, kami akan tambah lagi jamnya tapi tidak 24 jam. Kalau bisa kami selesaikan paling lambat pukul 21.00 WIB malam untuk menyatukan penambahan girder," tutur dia.

Baca juga : Ada Apa dengan Waskita Karya?

Sementera itu, Nyoman menepis, anggapan tentang adanya tenaga konstruksi yang bekerja double shift dalam sehari.

Ia memastikan, setiap tenaga konstruksi bekerja delapan jam sesuai shift mereka masing-masing.

"Shift 1 adalah A, shift 2 adalah B, shift 3 adalah C. Ini kalau dibagi 24 jam (jadi masing-masing) 8 jam. Jadi untuk sistem kerja malam kami lihat dulu," kata dia.

Sekadar informasi, pada proyek overpass Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) girder yang jatuh berukuran 51,6 meter.

Baca juga : Drama di Jalan Pattimura

Sementara, girder yang digunakan pada proyek Tol Pejagan-Pemalang untuk membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) berukuran 50,8 meter.

Adapun girder yang digunakan pada proyek Tol Pasuruan-Probolinggo memiliki panjang 51,6 meter.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X