Indonesia di Mata Pengembang Singapura

Kompas.com - 12/10/2017, 16:09 WIB
Jakarta Skyline. worldpropertychannel.comJakarta Skyline.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Bonus demografi atau populasi usia produktif dari total 260 juta jiwa menjadi alasan utama pengembang yang berbasis di Singapura, Keppel Land International Limited, berekspansi di Indonesia.

"Jika dibandingkan dengan Vietnam, Indonesia jelas lebih menjanjikan (promising) dan prospektif. Meskipun saat ini tengah mengalami perlambatan, tapi jumlah populasi adalah potensi," ujar Presiden Keppel Land Indonesia Goh York Li menjawab KompasProperti, Kamis (12/10/2017).

Goh menuturkan, terlebih kelas menengah Indonesia yang terus bertumbuh dengan kekuatan daya beli yang juga meningkat dari tahun ke tahun. 

Memang, berdasarkan survei urvei Boston Consulting Group (BCG), ada 88 juta orang atau sekitar 35 persen dari total populasi merupakan kelas menengah dengan belanja rutin lebih dari Rp 2 juta atau 140 dollar AS per bulan.

Baca: Keppel Land Mulai Geber Proyek Apartemennya di Jakarta Barat

Mereka menghabiskannya untuk pengeluaran rutin rumah tangga seperti makanan, utilitas, transportasi, komunikasi, dan kebutuhan lainnya.

Bahkan, pada 2020 mendatang BCG memprediksi jumlah kelas menengah Indonesia bakal bertambah hingga 141 juta atau mewakili 53 persen dari total populasi.

Baca: Keppel Land dan Metland Berduet Tawarkan Hunian Rp 1 Triliun

Jelas bagi Keppel Land, Indonesia merupakan pasar yang sangat penting di Asia Tenggara, sehingga mereka tertarik mengembangkan properti beragam jenis. Mulai dari apartemen, perumahan tapak, hingga perkantoran.

Selain itu, tambah Goh, Indonesia tengah giat membangun infrastruktur di seluruh wilayah yang sudah tentu dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X