Kompas.com - 08/05/2021, 09:00 WIB

Dengan demikian total jumlah pasokan pra-penjualan kondominium menjadi 161.276 unit.

Beberapa proyek mendatang telah mulai diperkenalkan ke pasar melalui proses nomor urut pendaftaran (NUP) untuk mengecek permintaan pasar.

"Pasokan pra-penjualan diperkirakan akan tetap stabil hingga Kuartal II-2021," imbuh Arief.

Dari sisi permintaan, terdapat sebanyak 228 unit kondominium yang telah terserap. Jumlah ini anjlok 94 persen atau sebanyak 3.797 unit yang terjual pada kuartal pertama tahun lalu.

Baca juga: Gandeng Moie, Farpoint Hadirkan Apartemen Rp 30 Miliar

Meski beberapa orang terlihat mulai tertarik untuk membeli unit, namun cukup banyak pula pembatalan transaksi yang terjadi.

Sehingga tingkat penjualan berada di angka 93,4 persen, sedikit meningkat 0,4 persen dibandingkan kuartal pertama 2020.

Adapun tingkat pra-penjualan menurun sebanyak 0.5 persen dari 61.7 persen pada akhir 2020 ke 61.2 persen.

Relaksasi PPN dari pemerintah dan jumlah pasokan yang rendah, tingkat penjualan secara umum diperkirakan akan meningkat hingga akhir tahun.

"Rata-rata tingkat kekosongan unit pada kondominium sedikit menurun ke 50.6 persen, dikarenakan unit eksisting baru masih berada dalam proses serah terima secara bertahap," tutur Arief.

Baca juga: Harga Jual Apartemen di Jakarta Tak Berubah

Sementara rata-rata kenaikan harga unit kondominium pada Kuartal I-2021 tercatat 0.2 persen lebih tinggi dari kuartal sebelumnya atau mencapai Rp 43,3 juta per meter persegi.

Lambannya kenaikan harga mengindikasikan bahwa kondisi pasar belum sepenuhnya bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

"Diskon, promo, dan subsidi uang muka dari pengembang masih banyak terlihat untuk mendongkrak transaksi, sementara harga pasar sekunder terlihat sangat kompetitif," ungkap dia.

Rata-rata harga jual unit diprediksi akan naik secara perlahan selama 2021, seiring dengan kecilnya perkembangan permintaan di pasar, terutama pada proyek yang masih dalam masa konstruksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.