Tahun Ini, Pemerintah Guyur Rp 4,01 Triliun untuk 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

Kompas.com - 08/04/2021, 12:00 WIB

Kegiatan itu di antaranya preservasi jalan dan jembatan batas Kabupaten Dairi-Dolok Sanggul dan penanganan jalan akses wisata rohani di Kabupaten Samosir.

Kemudian, penataan Kampung Ulos Huta Raja dan Huta Siallaga serta peningkatan kualitas rumah swadaya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk pondok wisata (homestay).

Baca juga: Cegah Pencemaran di Danau Toba, Pemerintah Bangun IPAL Parapat

Selanjutnya, untuk DPSP Borobudur digelontorkan anggaran sebesar Rp 900 miliar untuk 19 kegiatan konektivitas, pengendali banjir, serta sarana dan prasarana penunjang pariwisata.

Sarana dan prasarana penunjang pariwisata itu berupa preservasi Jalan Pringsurat-Secan-Keprekan dan prasarana pengendali banjir Sungai Serang di kawasan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Jawa Tengah.

Lalu, untuk DPSP Mandalika, dialokasikan anggaran sebesar Rp 0,95 triliun untuk 17 kegiatan misalnya pembangunan Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)-Mandalika 2 dan penataan kawasan 3 Gili di Lombok Utara.

Kemudian, dukungan infrastruktur Labuan Bajo sebesar Rp 630 miliar untuk 26 kegiatan optimalisasi Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Labuan Bajo, pembangunan pengaman pantai dan Dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, penataan trotoar dan drainase Jalan Soekarno Atas, serta penataan kawasan wisata Goa Batu Cermin.

Sedagkan DPSP Manado-Bitung-Likupang dikucurkan anggaran sebesar Rp 480 miliar digunakan untuk 25 kegiatan di antaranya penanganan Jalan Girian-Likupang dan penataan kawasan Pantai Malayang Kota Manado.

Baca juga: Menginap di Homestay Manado-Likupang Cuma Rp 200.000 Per Malam

Dukungan infrastruktur pada setiap DPSP diharapkan mampu menciptakan penataan ruang publik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah demi menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal," tuntas Basuki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.