Menginap di Homestay Manado-Likupang Cuma Rp 200.000 Per Malam

Kompas.com - 09/03/2021, 21:00 WIB
Program Sarhunta di KSPN Manado-Bitung-Likupang, Sulawesi Utara. Dok. BAGIAN KOMUNIKASI PUBLIK BALAI P2P SULAWESI I / BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPRProgram Sarhunta di KSPN Manado-Bitung-Likupang, Sulawesi Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Biaya sewa homestay atau rumah singgah di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Manado-Likupang di Provinsi Sulawesi Utara dipatok Rp 200.000 per malam.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I Hujurat mengungkapkan hal itu dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (9/3/2021).

"Seluruh homestay yang sudah rampung 100 persen sudah mulai disewakan ke wisatawan dengan biaya sewa per malamnya Rp 200.000," terang Hujurat.

Hujurat mengatakan, rumah singgah tersebut sudah mulai disewakan menyusul tuntasnya peningkatan kualitas rumah masyarakat melalui Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta).

Pada tahun lalu, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 36,74 miliar untuk 529 unit di KSPN Manado-Likupang

Baca juga: Demi Destinasi Wisata Super Prioritas Manado-Bitung-Likupang, Infrastruktur Dikebut

Rinciannya, 263 unit untuk peningkatan kualitas sekaligus rumah singgah di KSPN Manado-Likupang yang tersebar di tiga desa Kabupaten Minahasa Utara yaitu Desa Marinsow, Desa Pulisan, Desa Kinunang, serta Kelurahan Bunaken.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, 266 unit rumah lainnya diberikan bantuan peningkatan kualitas tanpa fungsi yang terdapat di sepanjang koridor KSPN Manado-Likupang.

Hingga kini, progres peningkatan kualitas rumah tanpa fungsi tersebut sudah hampir rampung.

Penampakan kamar yang telah ditingkatkan kualita rumahnya di KSPN Manado-Bitung-Likupang, Sulawesi Utara.Dok. BAGIAN KOMUNIKASI PUBLIK BALAI P2P SULAWESI I / BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR Penampakan kamar yang telah ditingkatkan kualita rumahnya di KSPN Manado-Bitung-Likupang, Sulawesi Utara.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, Program Sarhunta ini bertujuan untuk mendukung pemulihan pariwisata daerah.

Selain itu, juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

Baca juga: ITDC-MPRD Siap Bangun Tahap I Destinasi Wisata Prioritas Likupang Rp 2,22 Triliun

“Kami berharap, Program Sarhunta ini bisa bermanfaat dalam hal peningkatan kualitas rumah masyarakat di sekitar KSPN Manado-Likupang," tutur Khalawi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengapresiasi program infrastruktur dan perumahan dari Kementerian PUPR.

“Pembangunan rumah-rumah warga agar bisa dijadikan homestay adalah wujud nyata Pemerintah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat daerah khususnya desa, membuka peluang usaha, dan membantu menambah penghasilan masyarakat," ujar Sandiaga.

Sandiaga berpesan, dalam pengelolaan Sarhunta di KSPN Manado-Likupang ini juga harus tetap berpedoman pada protokol kesehatan ketat dan disiplin untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X