Pengendali Banjir Yogyakarta International Airport Selesai 2023

Kompas.com - 05/02/2021, 16:00 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan infrastruktur pengendali banjir untuk melindungi Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (4/2/2021). Dok. Kementerian PUPR.Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan infrastruktur pengendali banjir untuk melindungi Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (4/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan, konstruksi pengendali banjir Yogyakarta International Airport ( YIA) tuntas dalam dua tahun atau tahun 2023 mendatang.

"Agar dapat segera mengendalikan banjir YIA. Dua tahun harus selesai," tegas Basuki dikutip dari laman Kementerian PUPR, Jumat (5/2/2021).

Target tersebut ditetapkan menyusul perubahan iklim, pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi bisa mengakibatkan banjir.

Baca juga: Setelah Diresmikan, Underpass YIA Akan Dijaga Petugas

Dalam mengurangi risiko banjir YIA, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air membangun sejumlah prasarana pengendali banjir pada Daerah Aliran Sungai ( DAS) Bogowonto dan Serang.

Dukungan infrastruktur dilakukan secara terpadu mulai dari perbaikan atau normalisasi badan sungai, peningkatan kapasitas sungai, pembangunan sistem drainase, sodetan, kolam retensi, rumah pompa, penampung air sepanjang sungai (long-storage), serta bangunan jetty di muara Bogowonto.

Pembangunan pengendali banjir YIA dibagi menjadi empat paket pekerjaan.

Paket pertama adalah pembangunan pengaman Muara Sungai Bogowonto sisi barat yang dilaksanakan kontraktor PT Bumi Karsa dan PT Brantas Abipraya (Persero) dengan skema kerja sama operasi (KSO) senilai Rp 389,9 miliar.

Paket kedua yaitu pembangunan pengaman Muara Sungai Bogowonto sisi timur yang dilaksanakan kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Aneka Dharma Persada dengan skema KSO sebesar Rp 375,5 miliar.

Baca juga: Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode Dynamic Compaction

Selanjutnya paket ketiga yakni pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Bogowonto yang dilaksanakan kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 327,4 miliar.

Terakhir yaitu pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Serang yang dilaksanakan PT PP (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 268 miliar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

131 Mobil Tangki Layani 600 SPBU, Ini yang Dilakukan Pertamina Agar 'Zero Accident'

131 Mobil Tangki Layani 600 SPBU, Ini yang Dilakukan Pertamina Agar "Zero Accident"

Ritel
Sinarmas Land Akuisisi Tiga Perusahaan Properti Senilai Rp 347,77 Miliar

Sinarmas Land Akuisisi Tiga Perusahaan Properti Senilai Rp 347,77 Miliar

Berita
Arsitek Wajib Punya STRA, Ini Cara Daftarnya

Arsitek Wajib Punya STRA, Ini Cara Daftarnya

Arsitektur
Pemerintah Bantah UUCK Dorong Alih Fungsi Lahan Sawah

Pemerintah Bantah UUCK Dorong Alih Fungsi Lahan Sawah

Berita
Milenial Dominasi Pembelian Apartemen Rp 300 Jutaan di Citra Landmark

Milenial Dominasi Pembelian Apartemen Rp 300 Jutaan di Citra Landmark

Apartemen
Masyarakat Bisa Laporkan Bangunan Tak Layak Fungsi dan Membahayakan

Masyarakat Bisa Laporkan Bangunan Tak Layak Fungsi dan Membahayakan

Berita
Dana Subsidi Tersedia, Sinyal bagi Pengembang dan Perbankan untuk Kembali Memulai Bisnis Rumah

Dana Subsidi Tersedia, Sinyal bagi Pengembang dan Perbankan untuk Kembali Memulai Bisnis Rumah

Berita
[POPULER PROPERTI] Sertifikat Elektronik dan Konvensional Punya Kedudukan Sama di Mata Hukum

[POPULER PROPERTI] Sertifikat Elektronik dan Konvensional Punya Kedudukan Sama di Mata Hukum

Berita
Berapa Cicilan Rumah Rp 700 Juta Tanpa DP? Temukan Rinciannya

Berapa Cicilan Rumah Rp 700 Juta Tanpa DP? Temukan Rinciannya

Perumahan
Tanggul Citarum Jebol, Jokowi Targetkan Perbaikan Tuntas Dua Hari

Tanggul Citarum Jebol, Jokowi Targetkan Perbaikan Tuntas Dua Hari

Berita
Warga Bandung, Siap-siap IKEA Bakal Buka Gerai Semester I

Warga Bandung, Siap-siap IKEA Bakal Buka Gerai Semester I

Ritel
Jokowi Wajibkan Pengembang Bangun Hunian Berimbang, Baik Skala Besar maupun Kecil

Jokowi Wajibkan Pengembang Bangun Hunian Berimbang, Baik Skala Besar maupun Kecil

Perumahan
Tak Hanya Merancang, Arsitek Dituntut Lakukan Pengkajian Bangunan Gedung

Tak Hanya Merancang, Arsitek Dituntut Lakukan Pengkajian Bangunan Gedung

Berita
Rumah.com Resmi Jadi Penyedia Teknologi Pameran Properti Virtual BTN

Rumah.com Resmi Jadi Penyedia Teknologi Pameran Properti Virtual BTN

Berita
Berikut Prosedur dan Persyaratan Memperoleh PBG sebagai Ganti IMB

Berikut Prosedur dan Persyaratan Memperoleh PBG sebagai Ganti IMB

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X