Kompas.com - 08/12/2020, 16:32 WIB
Ilustrasi kayu gelondongan. RAJA UMAR/ KOMPAS.COMIlustrasi kayu gelondongan.

"Hutan dapat terus tumbuh secara normal meskipun beberapa pohon ditebang. Jika pengelolaan hutan berkelanjutan dilakukan dan pohon sering ditanam, kayu mungkin tersedia selamanya," tutur Souza.

Regenerasi hutan dibutuhkan

Dia menyebut bahwa pada saat tanaman melakukan fotosintesis, mereka menghilangkan CO2 dari atmosfer dan menyimpannya di dalam kayu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Inilah yang disebutnya sebagai "penyerapan karbon". Sehingga tingkat sekuestrasi lebih tinggi selama periode awal pertumbuhan tanaman.

Karenanya menanam hutan adalah cara yang berkelanjutan untuk mengurangi efek rumah kaca, bahkan lebih maksimal dari hutan yang sudah tua.

"Jelas hutan yang baru ditebang kemudian ditanam ini dapat menjaga keutuhan hutan tua, terutama untuk menjaga keseimbangan ekologi," kata Souza.

Selain itu, pengelolaan hutan aktif, atau penipisan hutan juga dapat mengurangi kebakaran hutan, mengurangi emisi karbon, mengisi kembali saluran air di daerah tersebut, memperluas habitat satwa liar, dan menciptakan lapangan kerja di daerah pedesaan.

Tekan emisi gas rumah kaca

Eduardo menjelaskan, ciri positif lain dari kayu adalah rendahnya jumlah energi yang terkandung, yang mengacu pada jumlah total emisi gas rumah kaca yang dikaitkan dengan suatu bahan sepanjang siklus hidupnya.

Tidak seperti baja atau beton, misalnya, kayu membutuhkan sedikit pemrosesan berbasis energi.

Dia menyebut, mengganti bahan bangunan lain dengan kayu dapat mengurangi 14 persen hingga 31 persen emisi karbon dioksida global dan 12 persen hingga 19 persen konsumsi bahan bakar fosil global.

Meski demikina, proses penebangan kayu membutuhkan perhatian. Jika hutan ditebang lebih cepat dari pada pohon baru, ada kemungkinan nyata bahwa dunia akan menghadapi kekurangan kayu yang cukup parah.

Sebagai arsitek, penting untuk melakukan penelitian terperinci tentang sumber semua bahan yang digunakan.

"Perancang harus menjadi orang pertama yang menyadari bahwa tidak hanya kualitas dan biaya bahan yang penting, tetapi juga dari mana asalnya dan bagaimana bahan tersebut diekstraksi," ungkapnya.

Keunggulan lain dari kayu adalah banyaknya jenis kayu yang dapat digunakan kembali jika diperoleh kembali dan dipisahkan dari limbah lainnya.

Limbah lainnya juga dapat dikumpulkan dan digunakan untuk membuat papan partikel dan produk kayu komposit modern lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.