Kompas.com - 08/12/2020, 16:32 WIB
Ilustrasi kayu gelondongan. RAJA UMAR/ KOMPAS.COMIlustrasi kayu gelondongan.

Akan tetapi, total luas hutan primer di seluruh dunia masih menurun lebih dari 80 juta hektar sejak tahun 1990.

Lebih dari 100 juta hektar hutan terkena dampak negatif dari kebakaran hutan, hama, penyakit, kekeringan oleh spesies invasif, dan kejadian iklim yang merugikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masih menurut WWF, pada 2019 daerah tropis bahkan kehilangan sekitar 30 lapangan sepak bola pohon setiap menitnya.

Penyebab paling signifikan dari deforestasi adalah perluasan pertanian dan peternakan, dan kebakaran hutan juga meningkat dalam frekuensi dan intensitasnya dalam beberapa tahun terakhir.

Kayu dalam pandangan konstruksi sipil

Para ahli konstruksi sipil selalu meyakini bahwa menggunakan kayu untuk kebutuhan bangunan pastinya akan menuntut penebangan kayu atau deforestasi hutan.

Setiap keputusan dalam sebuah proyek akan menghasilkan semacam dampak terhadap lingkungan.

"Karena itu, memahami bagaimana mengurangi dampak ini sangat penting untuk keberlanjutan jangka panjang yang nyata," kata Arsitek dan Urbanis dari Federal University of Santa Catarina (UFSC) Eduardo Souza, Selasa (08/12/2020).

Eduardo menjelaskan bahwa kayu sangat cocok untuk meningkatkan keberlanjutan pembangunan. Meski memang harus dilakukan dengan cara penebangan hutan.

Bangunan berbahan kayu lebih disukai daripada bangunan yang terbuat dari beton, batu bata, alumunium dan baja.

Baca juga: Bermain dan Belajar di Microlibrary Warak Kayu, Perpustakaan Mini Semarang

Karena kayu adalah bahan yang terbarukan, jika ekstraksi dilakukan dengan hati-hati. Artinya, tidak seperti sumber daya tak terbarukan seperti minyak bumi, batu bara, batu, atau sumber daya alam lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.