Edy Rahmayadi Ultimatum Ganti Rugi Lahan "Sport Center" Tuntas Desember

Kompas.com - 26/11/2020, 19:50 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, ganti rugi tanaman dan bangunan di kawasan olahraga terpadu Sport Center Sumut rampung di Desember ini, Kamis (26/11/2020) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutGubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, ganti rugi tanaman dan bangunan di kawasan olahraga terpadu Sport Center Sumut rampung di Desember ini, Kamis (26/11/2020)

MEDAN, KOMPAS.com – Pembangunan Sports Center Sumatera Utara ( Sumut) terus berlanjut. Persoalan lahan, terkait ganti rugi tanaman, dan bangunan yang menjadi kendala ditargetkan rampung Desember 2020.

Hasil verifikasi dan validasi tim yang dibentuk Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebutkan, terdapat 670 tanaman dan bangunan yang bermasalah.

Dari total tersebut, sebanyak 479 di antaranya masuk dalam proses penandatanganan perjanjian yang terdiri dari 275 tanaman dan 204 bangunan. Sebanyak 397 di antaranya mendapat ganti rugi.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, pembangunan Sports Center sudah dimulai sejak dua bulan lalu, tetapi terkendala sejumlah persoalan.

"(Tanggal) 1 Januari 2021 tidak ada lagi alasan, waktu kita sempit karena 2024 PON sudah dimulai,” kata Edy usai bertemu Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, Polda Sumut, Kejati Sumut dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di rumah dinasnya, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Bakal Terintegrasi MRT, Sport Center Sumut Dibangun 14 Agustus

Sisa 191 terdiri dari 123 tanaman dan 68 bangunan yang pemiliknya belum bersedia menandatangani kertas kerja, saat ini masih dalam tahap proses perundingan.

Edy memastikan dalam tujuh hari ke depan masalah ganti rugi ini sudah dilakukan pembayaran, artinya Desember sudah selesai. 

"Tidak ada lagi kendala lahan, semua harus sudah clear, 1 Januari kegiatan pembangunan secara keseluruhan akan dilanjutkan,” ucap Edy.

Kepala BPN Sumut Dadang Suhendi mengungkapkan, kendala yang dialami terkait masalah lahan adalah validasi data penerima ganti rugi.

Pasalnya, adanya oknum-oknum yang mengklaim memiliki tanaman, walau sebelumnya di lahan tersebut belum ditanami.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X