Rusia Siap "Menghidupkan" Kembali Aset di Medan sebagai Pusat Pendidikan

Kompas.com - 26/11/2020, 18:56 WIB
Kepala kantor konjen Rusia di Medan Muhammad Fauzi Nasution didampingi Nikolai Tzurov saat bertemu PjsWali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho di rumah dinas wali kota Medan, Kamis (26/11/2020) Dok: Humas Pemko MedanKepala kantor konjen Rusia di Medan Muhammad Fauzi Nasution didampingi Nikolai Tzurov saat bertemu PjsWali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho di rumah dinas wali kota Medan, Kamis (26/11/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Dua bangunan kantor konsulat jenderal (konjen) di Jalan Karim MS dan kantor atase pusat perdagangan dan kebudayaan di Jalan Suryo, Kota Medan, milik Rusia yang ditinggalkan pasca runtuhnya Uni Soviet akan difungsikan kembali.

Tujuannya, untuk mengurusi semua kepentingan Rusia di ibu kota Provinsi Sumatera Utara, termasuk upaya melakukan pengembangan kerja sama.

Kepala Kantor Konjen Rusia di Medan, Muhammad Fauzi Nasution didampingi Nikolai Tzurov,  menyampaikan rencana ini kepada Penjabat sementara Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho di rumah dinas wali kota Medan.

Fauzi menjelaskan, sejak 1949, Rusia telah memiliki kedua kantor tersebut di Kota Medan. Keruntuhan Uni Soviet membuat kedua kantor tidak berfungsi.

Baca juga: Medan Kini Punya Bus BTS, Gratis Sampai Akhir Tahun

Oleh karena itu, kantor akan diaktifkan kembali dengan fungsi utamanya sebagai pusat pendidikan.

Alasannya, Indonesia setiap tahun mengirim 300 mahasiswanya ke Rusia, namun hanya tiga orang dari Sumatera Utara.

"Ini aneh, Rusia hanya punya tiga konsulat di Indonesia yakni Medan, Surabaya dan Bali. Konsulat paling besar di Kota Medan, tapi justru yang paling sedikit mengirimkan mahasiswanya untuk belajar ke Rusia," kata Fauzi, Kamis (26/11/2020). 

Apalagi menurutnya saat ini, semua negara berlomba-lomba bekerja sama dengan Indonesia. Itu sebabnya Rusia ingin mengembalikan fungsi asetnya karena Indonesia merupakan sahabat mereka.

Selain pendidikan, Rusia juga ingin membantu menangani Covid-19, baik penyediaan vaksin maupun pengadaan obat-obatan. 

Usai mendengarkan penjelasan Fauzi, Arief menyambut baik niat Fauzi dan Nikolai dan siap merajut kembali persahabatan dan kerja sama, seperti konsulat negara lain yang ada di Kota Medan sehingga memberikan keuntungan bagi kedua negara.  

"Kami persilakan Rusia berinvestasi di Sumatera Utara, terkhusus di Kota Medan. Kita siap membuka diri dan mewujudkannya," kata Arief.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X