Meski Sabet STA 2020, Jakarta Punya Sejumlah PR yang Mesti Dibenahi

Kompas.com - 12/11/2020, 14:00 WIB
Bus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGBus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020).

JAKARTA. KOMPAS.com - DKI Jakarta baru saja meraih penghargaan Sustainable Transport Award (STA) 2021 dari Institute for Transportation & Development Policy (ITDP).

Sustainable Transport Award (STA) merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada kota yang telah menunjukkan komitmen, kemauan politik, serta visi dalam bidang transportasi berkelanjutan dan pembangunan perkotaan.

Menanggapi hal itu, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan hampir dalam setiap pemerintahan, DKI Jakarta memiliki komitmen yang tinggi untuk menata trasportasi publik.

Menurutnya, penataan trasportasi publik di ibu kota sudah dapat dilihat sejak zaman Gubernur Sutiyoso, hingga saat ini Gubernur Anies Baswedan.

"Gubernur Sutiyoso memulai dengan Trasnjakarta di 3 koridor. Lanjut lagi Gubernur Fauzi Bowo dengan koridor selanjutnya, dan merintis MRT. Lalu Gubernur Jokowi bangun MRT, penataan trotoar, dan bus tingkat wisata," kata Djoko kepada Kompas.com, Kamis (12/11/2020).

Berikutnya diteruskan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bangun 13 koridor busway, pelebaran trotoar, dan penggunaan bus lantai rendah (low desk).

"Berlanjut ke Gubernur Djarot, dan saat ini Anies Baswedan dengan integrasi melakukan pembangunan lanjutan statiun MRT, busway," sambung Djoko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan kemajuan transportasi publik yang umumnya sudah dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat tentu wajar jika Jakarta meraih penghargaan STA tersebut.

Namun demikian, Djoko menilai masih terdapat beberapa pekerjaan rumah (PR) yang mesti diselesaikan Gubernur DKI Jakarta terkait trasportasi publik di Jakarta.

Pertama, jalur sepeda yang hingga saat ini masih perlu dipastikan keamanan dan kenyamannya bagi pesepeda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X