Kompas.com - 07/11/2020, 13:04 WIB
Warga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19 ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki empat penanganan prioritas dalam mengatasi permasalahan transportasi di Jakarta, salah satunya pemberian disinsentif kendaraan pribadi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan, pemberian disinsentif tersebut berupa kenaikan pajak-pajak kendaraan pribadi maupun tarif parkir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Justru, Pemprov DKI Jakarta memberikan disinsentif secara masif kepada kendaraan pribadi," tegas Syafrin dalam sharing session virtual, Jumat (6/11/2020).

Ketiga prioritas penanganan lainnya yakni, memberikan fasilitas maksimal bagi para pejalan kaki, menyediakan fasilitas bagi kendaraan ramah lingkungan (listrik dan sepeda), serta memberikan layanan angkutan umum terintegrasi.

Sebab, pembangunan infrastruktur secara masif yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta selama ini nyatanya tak memberikan efek signifikan terhadap perbaikan layanan angkutan umum.

Seharusnya, angkutan umum di Jakarta mengedepankan layanan terintegrasi. Tanpa mengedepankan hal itu, para pelaku perjalanan akan tetap menggunakan kendaraan pribadi.

Baca juga: Pertama Kali, Jakarta Menangi Sustainable Transport Award 2021

Perlu diketahui, penumpang layanan TransJakarta hanya berada di kisaran angka rata-rata 300.000 hingga 350.000 penumpang per hari.

STA

Dengan melakukan sejumlah prioritas tersebut, perlahan Jakarta menuai hasil. Salah satunya, memenangi Sustainable Transport Award (STA) 2021 berkat program integrasi antar-moda transportasi publik yang ambisius selama beberapa tahun terakhir.

Gelar ini merupakan kemenangan Jakarta yang pertama untuk wilayah Asia Tenggara. Sebelumnya, tahun 2019, Jakarta mendapat gelar “Honorable Mention” pada ajang yang sama.

Jakarta bersaing dengan kota-kota lain di dunia, seperti Adis Ababa, Bogota, Auckland, Braga, Buenos Aires, Frankfurt, dan Sao Paulo.

Kota pemenang STA diumumkan pada konferensi transportasi berkelanjutan internasional, MOBILIZE 2020, yang diselenggarakan pada tanggal 26-30 Oktober 2020 secara virtual.

Jakarta tercatat telah melakukan integrasi mikrobus (angkot) dengan layanan Transjakarta serta kehadiran mass rapid transit (MRT) Jakarta dan light rail transit (LRT) Jakarta tahun lalu menjadi momentum besar bagi sistem transportasi publik di Ibu Kota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.