Pertama Kali, Jakarta Menangi Sustainable Transport Award 2021

Kompas.com - 31/10/2020, 08:49 WIB
Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta memenangi Sustainable Transport Award (STA) 2021 berkat program integrasi antar-moda transportasi publik yang ambisius selama beberapa tahun terakhir.

Gelar ini merupakan kemenangan Jakarta yang pertama untuk wilayah Asia Tenggara. Sebelumnya, tahun 2019, Jakarta mendapat gelar “Honorable Mention” pada ajang yang sama.

Jakarta bersaing dengan kota-kota lain di dunia, seperti Adis Ababa, Bogota, Auckland, Braga, Buenos Aires, Frankfurt, dan Sao Paulo.

Kota pemenang STA diumumkan pada konferensi transportasi berkelanjutan internasional, MOBILIZE 2020, yang diselenggarakan pada tanggal 26-30 Oktober 2020 secara virtual.

Jakarta tercatat telah melakukan integrasi mikrobus (angkot) dengan layanan Transjakarta serta kehadiran mass rapid transit ( MRT) Jakarta dan light rail transit (LRT) Jakarta tahun lalu menjadi momentum besar bagi sistem transportasi publik di Ibu Kota.

Baca juga: Mengintegrasikan Jakarta dalam Sebuah Peta

Dalam payung JakLingko, upaya DKI Jakarta untuk mengintegrasikan semua moda transportasi, baik secara fisik maupun pembayaran, terbilang ambisius dalam beberapa tahun terakhir.

Kemudian, penataan stasiun transportasi publik milik DKI Jakarta dengan KRL Commuter Line pada awal tahun ini menjadi tonggak baru sistem integrasi transportasi publik di Jabodetabek.

Transjakarta juga mulai mengembangkan armada bus listrik yang diujicobakan tahun ini dan mempunyai target untuk mengubah semua armadanya menjadi bus listrik pada 2030.

Untuk mendukung integrasi tersebut, Pemprov DKI juga mentransformasi Terowongan Kendal menjadi terowongan akses khusus pejalan kaki yang menghubungkan Stasiun KRL Sudirman, stasiun MRT Jakarta, stasiun Kereta Bandara, serta halte dan stasiun Transjakarta.

Pembangunan fasilitas pejalan kaki di Jakarta selama dua tahun ke belakang juga terbilang masif.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X