BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sinar Mas Land

Hunian Alami, Solusi Hidup Nyaman di Perkotaan yang Rawan Stres

Kompas.com - 31/10/2020, 16:05 WIB
Ilustrasi hidup di hunian nyaman bernuansa alam Dok.iSTOCK/AleksandarNakicIlustrasi hidup di hunian nyaman bernuansa alam

KOMPAS.com - Hiruk pikuk perkotaan ditambah problem khas wilayah urban, seperti polusi udara dan kemacetan, kerap membuat orang-orang yang tinggal di dalamnya merasakan stres. Belum lagi perkara rutinitas harian yang tak jarang menimbulkan kepenatan.

Menurut studi Annual Review of Public Health yang dimuat Kompas.com, Selasa (14/5/2019), masyarakat perkotaan lebih rentan mengalami depresi dan gangguan kecemasan dibandingkan warga pedesaan. Bahkan, dua kali lipat berpotensi menderita skizofrenia.

Saat seseorang dihinggapi emosi negatif, yang rugi bukan hanya pikiran, kesehatan tubuh pun bisa berpengaruh. Ini dikarenakan tubuh memproduksi lebih banyak hormon kortisol ketika stres.

Hormon kortisol yang diproduksi tubuh secara berlebihan dapat menjadi pemicu timbulnya berbagai gangguan kesehatan fisik. Sebut saja penyakit jantung, asma, Alzheimer, dan masalah sistem pencernaan.

Maka dari itu, penting bagi masyarakat kota untuk pintar-pintar dalam mengelola stres agar terhindar dari segala dampak buruk di atas.

Baca juga: Hunian Green Living Mixed Used Development, Solusi Tinggal di Ibu Kota yang Sarat Polusi

Salah satu sudut ruang terbuka hijau yang berada di kompleks hunian apartemen Southgate ResidenceDok. Sinar Mas Land Salah satu sudut ruang terbuka hijau yang berada di kompleks hunian apartemen Southgate Residence

Menemukan sanctuary

Stres tidak bisa dihindari, tetapi kadarnya masih mungkin untuk diminimalisasi. Caranya, dengan menemukan sanctuary, atau tempat yang dianggap mampu memberikan kenyamanan bagi tubuh dan pikiran.

Idealnya, tempat yang dijadikan sebagai sanctuary itu memiliki nuansa asri dan alami. Dengan begitu, pikiran bisa tenang dan tubuh mampu menyerap aliran chi alias energi positif yang berasal dari alam.

Bahkan, dikutip dari iDEA Online, Senin (14/9/2020), berkomunikasi dengan diri sendiri dan alam sekitar dapat meringankan beban hidup yang mengimpit. Seseorang pun dapat lebih merefleksikan diri dan memikirkan masa depan.

Suasana asri nan alami tak melulu didapat dengan bepergian jauh ke pedesaan. Asal tahu cara memanfaatkan potensi alam, hunian bisa dijadikan sebagai sanctuary pribadi untuk melepaskan segala kepenatan.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Terapkan Desain Hunian dengan Banyak Bukaan

Nah, berikut sederet cara menciptakan sanctuary pada hunian.

Pertama, cari salah satu sudut atau ruang yang memiliki jendela dengan view taman atau apa pun yang bernuansa alam. Untuk mendapatkan energy positif (chi), pastikan taman tersebut selalu tampak indah dan rapi.

Kedua, aplikasikan material alami seperti kayu pada lantai dan atap, serta rotan untuk furnitur. Khusus furnitur, seperti meja dan kursi, pastikan ukurannya proporsional dengan luas ruangan dan peletakannya tidak menghalangi pintu.

Ketiga, karena fungsinya untuk mendapatkan ketenangan, area sanctuary mesti nihil dari kebisingan. Itu artinya, peralatan elektronik atau gawai bersifat audiovisual tak perlu ada di sana.

Apabila hunian tidak memiliki sudut atau ruang yang cukup, kamar tidur sebenarnya juga bisa dijadikan sebagai area sanctuary. Dengan catatan, desain kamar mengikuti tiga poin di atas.

Namun, jika hal tersebut masih tak memungkinkan untuk dilakukan karena hunian tidak kondusif dan Anda berencana pindah ke hunian lebih nyaman, tak ada salahnya melirik Southgate Residence.

Interior mewah nan elegan yang terdapat pada salah satu unit apartemen Southgate.Dok. Sinar Mas Land Interior mewah nan elegan yang terdapat pada salah satu unit apartemen Southgate.

Southgate Residence merupakan apartemen mewah berkonsep green living dengan ketersediaan ruang terbuka hijau seluas 60 persen dari total keseluruhan kompleks.

Tak hanya ruang hijau yang luas, Southgate Residence juga memiliki sejumlah fasilitas penunjang kesehatan, di antaranya jogging track, yoga sanctuary, gym, lapangan tenis dan basket, serta kolam renang berukuran semi-olympic. Keseluruhan sarana ini mengedepankan konsep alami.

Dari segi interior, seluruh unit Southgate Residence dirancang dengan desain interior yang homey, menggunakan material alami berkualitas seperti batu marmer dan parket kayu, serta sudah semi-furnished.

Baca juga: Pilihan Hunian Pengaruhi Produktivitas Saat Kerja dari Rumah?

Apartemen yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land tersebut berlokasi di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Ini sekaligus mengartikan bahwa penduduk yang tinggal di tengah hiruk pikuk Jakarta masih punya solusi untuk merasakan hidup tenang dan nyaman.

Bagi yang tertarik mencoba beralih tinggal di hunian seperti Southgate Residence, Anda bisa memanfaatkan program Move in Quickly.

Move in Quickly merupakan program tahunan dari Sinar Mas Land yang menawarkan keringanan harga untuk para konsumen. Program ini digelar dalam tiga periode dan saat ini telah memasuki periode ketiga yang akan berakhir pada 31 Desember 2020.

Selama periode tersebut, Anda bisa mendapatkan keringan down payment (DP) hingga 20 persen dan voucher elektronik hingga Rp 45 juta, khusus pembelian unit di Tower Elegance.

Untuk Tower Altuera, lewat promo tersebut Anda berkesempatan memperoleh keringanan DP hingga 15 persen dan voucher elektronik hingga Rp 45 juta.

Selaitu itu, Anda pun berkesempatan mendapatkan diskon harga sebesar 25 pesen untuk pembelian unit di kedua tower tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Southgate Residence dan program Move in Quickly, silakan kunjungi tautan ini.

 


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya