Hotman Paris Kritik Tol Layang Tak Kunjung Beres, Ini Jawaban Kementerian PUPR

Kompas.com - 15/10/2020, 21:51 WIB
Progres pekerjaan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang Sudan mencapai 71 persen, Kamis (15/10/2020). Jalan bebas hambatan ini ditargetkan rampung Juni 2021. Arif Budi Mulyanto/Kementerian PUPRProgres pekerjaan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang Sudan mencapai 71 persen, Kamis (15/10/2020). Jalan bebas hambatan ini ditargetkan rampung Juni 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pekerjaan Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta atau Enam Tol Dalam Kota Jakarta.

Salah satunya adalah Seksi A yang menghubungkan Kelapa Gading dan Pulogebang.

Jalan tol dengan panjang 9,3 kilometer ini telah mencapai tahap konstruksi sebesar 71 persen dengan kondisi pembebasan lahan 100 persen.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja memastikan Jalan Layang Tol Dalam Kota Jakarta Seksi A ini tuntas konstruksinya pada Juni 2021.

Endra menuturkan, sedianya pekerjaan dilakukan dalam waktu 30 bulan atau rampung akhir 2019, namun target tak dapat dipenuhi karena ditemukan beberapa kendala pelaksanaan.

Antara lain pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT-150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya, seperti pipa gas, pipa air bersih, saluran Kabel Tegangan Menengah, dan Saluran Distribusi/Jaringan Tegangan Rendah.

Pelaksanaan pekerjaan tol ini lebih kompleks dibanding Tol Layang Jakarta-Cikampek karena harus menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang padat dan prinsip kehati-hatian.

Baca juga: Tuntas Juni 2021, Tol Layang Kelapa Gading-Pulogebang Bertarif Rp 2.167 Per Kilometer

"Karena jalan tol ini berada di tengah bangunan gedung yang padat dengan waktu kerja yang relatif sempit. Kami harus memastikan keberlanjutan kegiatan usaha tetap dapat berjalan beriringan dengan pembangunan tol," tutur Endra menjawab Kompas.com, Kamis (15/10/2020).

Jika kelak beroperasi, Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang akan data mengurai kemacetan di jalur eksisting sebesar 45 persen.Arif Budi Mulyanto/Kementerian PUPR Jika kelak beroperasi, Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang akan data mengurai kemacetan di jalur eksisting sebesar 45 persen.
Sebelumnya, pembangunan jalan tol ini mendapat kritikan dan keluhan dari pengacara Hotman Paris Hutapea.

Dalam akun instagram pribadi yang telah terverifikasi, Hotman mengunggah kritikan dan keluhan, bahwa jalan tol yang melintasi kawasan Kelapa Gading ini merupakan tol terpendek di dunia namun pekerjaannya tidak kunjung beres.

Selain itu, Hotman juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengingatkan Menteri PUPR, agar segera menyelesaikan tol ini.

"Warga Kelapa Gading Permai sangat sengsara selama bertahun-tahun, akibat pembangunan tol," kata Hotman.

Berikut kritikan dan keluhan Hotman yang diunggah pada akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial, Senin (12/10/2020).

Akun Instagram Hotman Paris Hutapea yang berisi kritik tentang pembangunan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang.handout Akun Instagram Hotman Paris Hutapea yang berisi kritik tentang pembangunan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang.

Untuk mempercepat pembangunan jalan bebas hambatan ini, PT Jakarta Tollroad Development (JTD) mengerahkan 1.300 tenaga kerja konstruksi yang bekerja selama 24 jam dalam tiga shift. 

Namun demikian, pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta yang dirancang sepanjang 69,77 kilometer, akan mengadopsi konstruksi jalan layang penuh yang terintegrasi dengan transportasi umum (BRT).

Tol layang ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 Tahun 2018.

Pembangunan Tahap I dengan nilai investasi Rp 20,7 triliun, dirancang sepanjang 31,1 kilometer yang terdiri dari Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang 9,3 kilometer, Seksi B (Semanan-Grogol) 9,5 kilometer dan Seksi C (Grogol-Kelapa Gading) 12,4 kilometer.

Jika tol layang ini tuntas, akan mengurai kemacetan di jalan eksisting sebesar 45 persen. Dengan demikian, mobilitas dari Sunter ke Bekasi, dan sebaliknya menuju dalam kota Jakarta akan terbagi.

Berikut perkembangan konstruksi fisik Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang:

Progres pekerjaan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang Sudan mencapai 71 persen, Kamis (15/10/2020).Arif Budi Mulyanto/Kementerian PUPR Progres pekerjaan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang Sudan mencapai 71 persen, Kamis (15/10/2020).

Pengembangan jalan bebas hambatan sepanjang 69,77 kilometer ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 Tahun 2018.
Arif Budi Mulyanto/Kementerian PUPR Pengembangan jalan bebas hambatan sepanjang 69,77 kilometer ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 Tahun 2018.

Pembangunan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang melibatkan 1.300 tenaga kerja.Arif Budi Mulyanto/Kementerian PUPR Pembangunan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang melibatkan 1.300 tenaga kerja.

Pembangunan Tahap I dengan nilai investasi Rp 20,7 triliun, dirancang sepanjang 31,1 kilometer yang terdiri dari Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang 9,3 kilometer, Seksi B (Semanan-Grogol) 9,5 kilometer dan Seksi C (Grogol-Kelapa Gading) 12,4 kilometer.
Arif Budi Mulyanto/Kementerian PUPR Pembangunan Tahap I dengan nilai investasi Rp 20,7 triliun, dirancang sepanjang 31,1 kilometer yang terdiri dari Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang 9,3 kilometer, Seksi B (Semanan-Grogol) 9,5 kilometer dan Seksi C (Grogol-Kelapa Gading) 12,4 kilometer.

Seksi A, ruas Tol Kelapa Gading-Pulogebang yang dimulai sejak Februari 2017 kini progresnya mencapai 71 persen dengan sisa pekerjaan struktur pilar 90 unit dari total 384 pilar. 
Arif Budi Mulyanto/Kementerian PUPR Seksi A, ruas Tol Kelapa Gading-Pulogebang yang dimulai sejak Februari 2017 kini progresnya mencapai 71 persen dengan sisa pekerjaan struktur pilar 90 unit dari total 384 pilar.

Pembangunan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang menemui baanvak kendala. Antara lain pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT-150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya, seperti pipa gas, pipa air bersih, saluran Kabel Tegangan Menengah, dan Saluran Distribusi/Jaringan Tegangan Rendah.
Arif Budi Mulyanto/Kementerian PUPR Pembangunan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang menemui baanvak kendala. Antara lain pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT-150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya, seperti pipa gas, pipa air bersih, saluran Kabel Tegangan Menengah, dan Saluran Distribusi/Jaringan Tegangan Rendah.

Pelaksanaan pekerjaan tol ini lebih kompleks dibanding Tol Layang Jakarta-Cikampek karena harus menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang padat dan prinsip kehati-hatian.
Arif Budi Mulyanto/Kementerian PUPR Pelaksanaan pekerjaan tol ini lebih kompleks dibanding Tol Layang Jakarta-Cikampek karena harus menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang padat dan prinsip kehati-hatian.

Pembangunan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang menemui baanvak kendala. Antara lain pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT-150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya, seperti pipa gas, pipa air bersih, saluran Kabel Tegangan Menengah, dan Saluran Distribusi/Jaringan Tegangan Rendah.
Arif Budi Mulyanto/Kementerian PUPR Pembangunan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading-Pulogebang menemui baanvak kendala. Antara lain pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT-150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya, seperti pipa gas, pipa air bersih, saluran Kabel Tegangan Menengah, dan Saluran Distribusi/Jaringan Tegangan Rendah.

Mundurnya waktu pekerjaan pembangunan sebagai dampak dari penyelesaian sejumlah kendala di lapangan. Hal ini mengakibatkan nilai investasi mengalami perubahan dari yang ditetapkan sebelumnya yakni 5 persen lebbig besar dari Rp 20,7 triliun.
Arif Budi Mulyanto/Kompas.com Mundurnya waktu pekerjaan pembangunan sebagai dampak dari penyelesaian sejumlah kendala di lapangan. Hal ini mengakibatkan nilai investasi mengalami perubahan dari yang ditetapkan sebelumnya yakni 5 persen lebbig besar dari Rp 20,7 triliun.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X