Summarecon Bogor, Proyek Rp 20 Triliun dan Pertaruhan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 29/09/2020, 22:45 WIB

Sementara apartemen harus terbangun, meski unit yang terjual masih berada di bawah ekspektasi. 

Kenaikan harga

Kendati diproyeksikan mampu menarik minat pasar, namun proyek joint venture dengan komposisi masing-masing Summarecon Agung 51 persen dan Honda Imora Group 49 persen ini tidak akan mengalami pertumbuhan harga dalam waktu dekat.

Dalam pandangan Hendra, karena harga yang ditawarkan sudah terhitung tinggi sebagai konsekuensi logis dari kondisi kawasan Sukaraja yang sudah mapan.

"Sudah jelas kawasan ini akan terbentuk level prestisenya dari calon pembeli yang merupakan end user, bukan pemburu kenaikan harga dan investasi. End user akan tinggal di rumah yang mereka beli. Beda dengan 'pemburu rente'," lanjut Hendra.

Pertumbuhan harga hanya bisa ditentukan dari adanya transaksi jual beli di pasar sekunder, dan pasokan lebih sedikit ketimbang permintaan.

"Jadi price growth kemungkinan besar, kecil terjadi untuk saat Pandemi ini," pungkas Hendra.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.