Basuki Minta Kerja Sama Negara Anggota G-20 Perkuat Pengelolaan SDA

Kompas.com - 14/09/2020, 12:11 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Anggota Komisi V DPR RI  Rifqinizamy Karsayuda meninjau dua lokasi yang akan dijadikan lumbung pangan baru atau food estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020) Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRPresiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Anggota Komisi V DPR RI Rifqinizamy Karsayuda meninjau dua lokasi yang akan dijadikan lumbung pangan baru atau food estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta negara anggota G-20 untuk bekerja sama di tengah Pandemi Covid-19, khususnya bidang pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) dan Pertanian.

Hal tersebut diungkapkan Basuki dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian dan SDA negara-negara G-20 yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu (12/9/2020). 

"Selama Pandemi ini, Kementerian PUPR telah bertekad untuk berperan aktif dalam mewujudkan ketersediaan air yang berkelanjutan dan pengelolaan sanitasi serta kesehatan lingkungan melalui sejumlah program," terang Basuki seperti dikutip Kompas.com dari laman Kementerian PUPR, Senin (14/9/2020).

Program pertama terkait pengelolaan air dan pertanian yang tengah dikerjakan Kementerian PUPR bersama Kementerian Pertanian adalah pengembangan food estate (lumbung pangan) sekitar 165.000 hektar di kawasan Eks-Proyek Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah.

Basuki mengatakan, program tersebut dilakukan untuk mengantisipasi ancaman kekeringan dan krisis pangan di masa mendatang.

Baca juga: Bangun Jalan Tol di Labuan Bajo, Pemerintah Beralasan Perlancar KTT G-20

Kemudian, Kementerian PUPR juga berupaya dalam mengurangi risiko bencana banjir pada tahun ini.

Sebab, bencana banjir di sejumlah wilayah Indonesia telah menimbulkan kerusakan cukup serius, termasuk merusak pembangunan infrastruktur.

Kemudian, Kementerian PUPR mendukung capaian Sustainable Development Goals ( SDG) dengan program 100-0-100.

Artinya, program 100 persen akses universal air minum, 0 persen permuiman kumuh, serta 100 persen akses sanitasi layak. 

Basuki menegaskan, sejumlah target infrastruktur SDA akan terus dilanjutkan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Menurutnya, pencapaian program ketahanan pangan membutuhkan dukungan ketahanan air.

Pada rentang tahun 2020-2024, pembangunan infrastruktur di bidang SDA yaitu, pembangunan 61 bendungan, rehabilitasi 2,5 juta hektar irigasi, konstruksi 500.000 hektar jaringan irigasi baru, seera pembangunan 2.000 kilometer pengendali banjir dan pengaman pantai.

Pada tahun ini, pertemuan dalam pengelolaan SDA negara-negara G-20 berfokus pada dampak ketahanan pangan, air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah dalam menghadapi Pandemi Covid-19.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X