Bangun Jalan Tol di Labuan Bajo, Pemerintah Beralasan Perlancar KTT G-20

Kompas.com - 13/09/2020, 18:30 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau KSPN Labuan Bajo, Kamis-Jumat (10-11/9/2020). Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau KSPN Labuan Bajo, Kamis-Jumat (10-11/9/2020).

KUPANG, KOMPAS.com - Isu pembangunan jalan tol di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ( NTT), makin mengemuka.

Isu tersebut muncul saat kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kamaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Labuan Bajo, selama dua hari (10-11/9/2020).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, pemerintah melalui Kementerian PUPR masih mengkaji rencana itu.

"Kalau misalnya nanti dinamika sosial dan ekonomi di Labuan Bajo semakin meningkat, maka bukan tidak mungkin satu waktu bisa dibangun jalan tol," ungkap Marius kepada Kompas.com di Kupang, Minggu (13/9/2020).

Baca juga: Sambut KTT G20 ASEAN Summit, Jalan Menuju Tana Mori Diperlebar

Marius memberi contoh Bali, dulu sama sekali tidak ada jalan tol. Namun karena kebutuhan akhirnya dibangun.

Jika Labuan Bajo semakin maju dan arus lalu lintas semakin padat, maka, bisa dibangun jalan tol.

Apalagi Labuan Bajo merupakan destinasi wisata internasional, sehingga semua kemungkinan itu terbuka.

"Kemarin dalam rapat koordinasi dengan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Dirjen Bina Marga sempat menyinggung soal jalan tol saat ditanya wartawan," ungkap Marius.

Marius menyebut Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Barat mendukung penuh, jika di Labuan Bajo dibangun jalan tol.

Dukungan disampaikan dengan maksud untuk memperlancar pertemuan internasional yakni ASEAN SUMMIT dan KTT G-20 tahun 2023, sehingga amat baik bila dibangun jalan tol.

Marius menyampaikan, jalan tol yang dibangun akan melintasi trase dari Bandara Komodo menuju Tanah Mori sebagai lokasi pertemuan internasional yang berjarak sekitar 30 kilometer.

Namun demikian, Marius mengakui proses pembangunan jalan tol tidak mudah karena pemerintah daerah harus menyiapkan lahan dan sebagainya.

Tapi, jika keputusan itu telah diambil oleh Pemerintah Pusat, maka Pemerintah Provinsi dan Kabupaten akan berusaha untuk pembebasan lahan.

"Ini kesempatan baik bagi NTT khususnya Labuan Bajo," tuntas Marius.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X